Sabtu, 24 Januari 2026

Serpihan Pesawat ATR Ditemukan di Selatan Lereng Gunung Bulusaraung

Serpihan Pesawat ATR Ditemukan di Selatan Lereng Gunung Bulusaraung
Serpihan pesawat ATR 42-500 ditemukan di lereng Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Ahad (18/1/2026). Foto: Basarnas

Pangkep, Teraskabar.id – Serpihan pesawat ATR 42-500 yang sebelumnya dilaporkan hilang kontak di wilayah Maros-Pangkep Sulawesi Selatan, ditemukan Tim SAR Gabungan di lereng Gunung Bulusaraung.

Berdasarkan data pergerakan di lapangan, tim menemukan serpihan berupa bagian window pesawat dalam ukuran kecil pada koordinat 04°55’48” LS – 119°44’52” BTpada pukul 07.46 Wita. Selanjutnya, pada pukul 07.49 Wita, ditemukan bagian badan pesawat berukuran besar.

Pada pukul 07.52 WITA, tim kembali memperoleh informasi bahwa ditemukan bagian ekor pesawat dengan posisi di sebelah selatan lereng bawah lokasi kejadian. Seiring perkembangan tersebut, pergerakan unsur SAR terus disesuaikan, termasuk pergeseran SRU menuju titik-titik prioritas.

Pada pukul 08.02 WITA, serpihan besar kembali terpantau oleh SRU aju dengan pemantauan udara menggunakan Helikopter Caracal. Selanjutnya, pada pukul 08.11 Wita, tim aju menyampaikan kebutuhan peralatan tambahan berupa perlengkapan mountaineering atau climbing untuk menjangkau lokasi yang memiliki medan terjal.

Kepala Bidang Operasi SAR Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Makassar, Andi Sultan, menyampaikan bahwa temuan serpihan ini menjadi petunjuk penting dalam operasi SAR yang sedang berlangsung.

“Penemuan serpihan pesawat ini menjadi petunjuk penting dalam mempersempit area pencarian. Tim SAR gabungan saat ini fokus pada pengamanan lokasi, pendataan temuan, serta penyesuaian taktik operasi sesuai dengan kondisi medan di lapangan,” ujar Andi.

Ia menambahkan bahwa medan lokasi kejadian cukup menantang dan memerlukan dukungan peralatan khusus.

“Beberapa titik berada di area lereng dan membutuhkan peralatan mountaineering. Keselamatan personel tetap menjadi prioritas utama kami dalam menjalankan operasi ini,” tegasnya.

Operasi SAR melibatkan unsur dari Basarnas Makassar, TNI, Polri, AirNav, Paskhas, serta dukungan masyarakat setempat. Hingga saat ini, operasi SAR masih terus berlangsung dan perkembangan lebih lanjut akan disampaikan secara resmi sesuai hasil di lapangan.

  Menjaga Inflasi Tetap Terkendali, BI Pertahankan Suku Bunga Acuan di Level 5,75 Per April 2025

Sebagaimana diketahui, sebuah pesawat jenis ATR 42-500 milik maskapai Indonesia Air Transport dengan rute penerbangan Yogyakarta–Makassar dilaporkan hilang kontak di wilayah Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, Sabtu (17/1/2026).

Pesawat ATR 400 tersebut sebelumnya dijadwalkan mendarat di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Makassar.

Kepala Bidang Operasi SAR Basarnas Makassar Andi Sultan menyebutkan, informasi awal menyebutkan, pesawat hilang kontak terjadi sekitar pukul 13.17 Wita dan Basarnas Makassar telah menerima titik koordinat terakhir pesawat dari AirNav Indonesia dan langsung bergerak menuju lokasi.

“Saat ini tim kami sudah bergerak ke lokasi sesuai koordinat dari AirNav, berada di wilayah Kabupaten Maros, tepatnya di sekitar kawasan Leang-Leang (titik Pesawat ATR 400 hilang kontak),” ujar Andi Sultan.(red/teraskabar)