Sigi, Teraskabar.id – Tim pengabdian dari Universitas Tadulako (UNTAD) kembali melaksanakan sosialisasi dan pelatihan pembuatan flakes cereal berbasis tepung ampas kelapa dan tepung kelor di Desa Binangga, Kecamatan Marawola, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah.
Pelatihan yang diadakan pada 19 Agustus 2024 ini diikuti oleh sekitar 45 peserta, terdiri dari anggota PKK dan kader kesehatan. Tim pengabdian terdiri dari Dr. Bambang Sardi, Dr. Dwi Juli Puspitasari, Dr. Ni Ketut Sumarni, Dr. Miswan dari Fakultas MIPA UNTAD, serta Dr. Andi Saifah dari Fakultas Kedokteran UNTAD.
Baca juga: BRIDA Sulteng Distribusi Hasil Riset Kelapa Genjah Varietas Sendiri
Dalam pelatihan ini, Dr. Bambang Sardi menjelaskan bahwa kegiatan ini didasari hasil koordinasi dengan pemerintah daerah terkait penurunan angka stunting di Sulawesi Tengah yang belum mencapai target nasional. Masalah stunting di Desa Binangga, khususnya, juga terkait erat dengan kondisi ekonomi masyarakat. Pada akhir 2023, tim kader puskesmas Desa Binangga mencatat adanya 10 balita yang terindikasi stunting.

Provinsi Sulawesi Tengah, termasuk Desa Binangga, memiliki sumber daya nabati yang melimpah seperti kelapa dan daun kelor yang dapat diolah menjadi produk fungsional untuk intervensi stunting sekaligus meningkatkan ekonomi lokal. Ampas kelapa dan daun kelor memiliki kandungan gizi tinggi, menjadikannya bahan yang ideal untuk pembuatan flakes cereal yang bergizi.
Baca juga: Petani di Desa Binangga Sigi Dilatih Perbanyakan Kelapa Genjah Raja
Dr. Dwi Juli Puspitasari memandu tahap standarisasi, memastikan kualitas bahan baku dan produk flakes cereal memenuhi standar gizi dan kebersihan. Flakes cereal yang dihasilkan memiliki kandungan protein 15,6%, lemak 5,4%, dan karbohidrat 61,6%, yang sesuai untuk intervensi stunting.

Selanjutnya, Dr. Andi Saifah memimpin tahap evaluasi, di mana 10 anak stunting menerima intervensi dengan mengonsumsi flakes cereal selama dua minggu. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan rata-rata tinggi badan 0,71 cm dan berat badan 0,48 kg per minggu, yang mengindikasikan dampak positif dari intervensi ini.

Selain fokus pada produksi dan kualitas gizi, pelatihan ini juga menekankan pentingnya pemasaran digital. Peserta diperkenalkan dengan platform digital seperti website Como-fl-sapa dan Instagram @comofl_plw sebagai sarana untuk mempromosikan produk flakes cereal dan memperluas jangkauan pasar.
Pendampingan tim pengabdian UNTAD ini tidak hanya bertujuan untuk penanganan stunting, tetapi juga untuk meningkatkan kapasitas ekonomi masyarakat dengan memanfaatkan potensi lokal. Pelatihan ini dirancang untuk membantu ibu-ibu PKK Desa Binangga menjalankan usaha secara mandiri dan berkelanjutan.
Secara keseluruhan, kegiatan pengabdian di Desa Binangga memberikan dampak positif dalam penanganan stunting dan pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui inovasi produk lokal yang bernilai gizi tinggi serta pemasaran yang memanfaatkan teknologi digital. (***)






