Sabtu, 27 Juni 2026

Sosialisasi Pengawasan Partisipatif, Ketua Bawaslu Sigi Ajak Generasi Muda Ambil Peran Aktif di Pemilu 2024

Sosialisasi Pengawasan Partisipatif, Ketua Bawaslu Sigi Ajak Generasi Muda Ambil Peran Aktif di Pemilu 2024
Sosialisasi Pengawasan Partisipatif dilaksanakan Bawaslu Kabupaten Sigi, Kamis (18/1/2024) di Hotel Santika Palu. Foto: Teraskabar.id

Palu, Teraskabar.id – Bawaslu Kabupaten Sigi secara intensif terus menyosialisasikan pengawasan partisipatif kepada segenap elemen masyarakat jelang pelaksanaan voting day Pemilu 2024. Kali ini, Bawaslu Sigi melibatkan generasi muda untuk memberi pemahaman betapa pentingnya para penerus estafet kepemimpinan bangsa ini menjauhi sikap apatis terhadap proses demokrasi melalui Pemilu 2024.

“Suksesnya sebuah pesta demokrasi bukan hanya ditentukan oleh penyelenggara, Bawaslu yang fungsinya sebagai pengawasan dan KPU sebagai penyelanggara teknis, serta DKPP sebagai Lembaga yang menangani kode etik,” kata Ketua Bawaslu Sigi, Hairil, saat menyampaikan sambutannya pada pembukaan Sosialisasi Pengawasan Partisipatif yang digelar Bawaslu Sigi, Kamis (17/1/2024), di Hotel Santika Palu.

Ketua Bawaslu Sigi menjelaskan alasannya sehingga pada sosialisasi yang dilaksanakan selama dua hari, Kamis (18/1/2024) hingga Jumat (19/1/2024), dengan melibatkan peserta yang didominasi generasi muda atau pemilih pemula, karena para milenial inilah nantinya yang akan melanjutkan tongkat estafet kepemimpinan bangsa ini.

Reformasi kata Hairil, menjadi salah satu contoh konkrit bagaimana peran penting generasi muda terhadap arah perubahan kepemimpinan bangsa ini.

“Betapa penting dan besarnya pengaruh yang namanya generasi muda ini,” kata Hairil pada sosialisasi yang dihadiri 50 peserta dan didominasi generasi milenial.

Sosialisasi Pengawasan Partisipatif, Ketua Bawaslu Sigi Ajak Generasi Muda Ambil Peran Aktif di Pemilu 2024
Pembukaan sosialisasi pengawasan partisipatif pemilu oleh ketua panitia. Foto: Teraskabar.id

Data kependudukan juga menunjukkan jumlah pemilih untuk Pemilu 2024 didominasi oleh generasi muda. Artinya, generasi muda sangat menentukan arah bangsa ini.

Merujuk pada fakta dan data tersebut lanjutnya, tak ada alasan bagi generasi muda untuk tidak berperan aktif pada proses demokrasi ini karena berasumsi bahwa peran tersebut adalah tugas Bawaslu ataupun KPU.

“Jangan pernah sekali kali mengatakan bahwa ini urusan Bawaslu, ini urusan KPU,” tekannya.

Peran aktif tersebut bisa diimplementasikan dengan memberi pemahaman kepada masyarakat sekitar, bagaimana arti penting menegakkan kedaulatan rakyat melalui cara menyalurkan hak pilih pada voting day, 14 Februari 2024 nanti.

  Peserta Pemilu dan Media Diimbau Tak Muat Iklan Kampanye di Luar Jadwal Tahapan, Ini Sanksinya

“Pemuda harus mengambil peran dengan menyampaikan minimal kepada teman-teman sejawat agar tidak golput pada Pemilu 2024,” ujarnya.

Begitupula menjadi tugas bersama untuk mengingatkan agar tidak menggadaikan integritas untuk kepentingan sesaat dengan larut pada money politik.

“ Harus disampaikan jangan mengambil uang seratus ribu untuk kepentingan sesaat karena jumlah uang itu tidak ada artinya dengan lima tahun periode kepemimpinan ini,” ujarnya.

Sebelum mengakhiri sambutannya, Hairil kembali menekankan untuk menanamkan pemahaman, bahwa generasi muda inilah penentu arah pembangunan bangsa dan tak akan tergoda dengan iming iming materi. “Tolak money politic, hoaks, jangan mudah mempercayai informasi tanpa ada bukti,” tegasnya pada sosialisasi yang dihadiri Perwakilan Kabinda Sulteng Letkol Muis dan Kabid Politik Kesbangpol Sigi, Hasanudin.

Usai pembukaan, dilanjutkan dengan sesi diskusi. Dua narsumber dihadirkan Bawaslu Sigi yaitu Dr. Kasman Jaya Saad dan Dr. Sahran Raden.

Dr. Kasman Jaya Saad yang merupakan akademisi Univesitas Alkhairaat Palu ini tampil menjadi pemateri pertama dengan judul Peran Pemuda Dalam demokrasi. Mantan ketua Panwaslu Provinsi Sulteng ini memaparkan materi hingga jelang magrib.

Setelah rehat hingga pukul 20.00 Wita, sesi diskusi dilanjutkan dengan pemateri kedua yaitu Dr. Sahran Raden, akademisi Universitas Islam Negeri (UIN) Datokarama Palu. Dr. Sahran Raden yang merupakan mantan komisioner KPU Provinsi Sulteng dua periode ini memaparkan materinya melalui virtual karena sedang berada dalam perjalanan di luar daerah. (teraskabar)