Kamis, 16 Juli 2026
Ekbis, Home  

Sulteng Target Produktivitas Padi 6 Ton Per Hektare

Sulteng Target Produktivitas Padi 6 Ton Per Hektare
Gubernur Sulteng, Anwar Hafid saat membuka Rapat Koordinasi Perluasan Penerapan Budidaya Padi Pertanian Modern (PMAAS) dan Program Strategis Kementerian Pertanian Tahun 2026 di BBPMP, di Desa Maku, Kecamatan Dolo, Sigi, Selasa (14/7/2026). Foto: Biro Adpim

Palu, Teraskabar.id – Sulawesi Tengah (Sulteng) mendapat mandat strategis dalam Asta Cita Presiden sebagai salah satu daerah penyangga ketahanan pangan nasional. Karena itu Pemprov Sulteng target produktivitas padi 6 ton per hektare melalui Program BERANI Panen Raya yang menjadi arah pembangunan pertanian daerah dan sejalan dengan Asta Cita Presiden.

“Kalau pemerintah pusat menargetkan produktivitas hingga 10 ton per hektare, maka semangat Berani Panen Raya adalah mendorong petani Sulawesi Tengah terus meningkatkan hasil panennya. Yang terpenting adalah produktivitas naik dan kesejahteraan petani ikut meningkat,” kata Gubernur Sulteng, Anwar Hafid saat membuka Rapat Koordinasi Perluasan Penerapan Budidaya Padi Pertanian Modern (PMAAS) dan Program Strategis Kementerian Pertanian Tahun 2026 di Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BBPMP), di Desa Maku, Kecamatan Dolo, Sigi, Selasa (14/7/2026).

Saat ini produktivitas rata-rata padi Sulawesi Tengah masih berada di kisaran 4 ton per hektare. Melalui Program Berani Panen Raya, Pemerintah Provinsi menargetkan rata-rata produksi meningkat menjadi 6 ton per hektare pada 2027.

Menurutnya, target tersebut realistis jika seluruh pemangku kepentingan bekerja secara terpadu.

“Kalau rata-rata Sulawesi Tengah bisa mencapai 6 ton per hektare, kita sudah memberi kontribusi besar terhadap ketahanan pangan nasional,” katanya.

Program Berani Panen Raya, lanjut Anwar, tidak hanya berfokus meningkatkan produktivitas sawah yang sudah ada, tetapi juga mendukung pengembangan petani baru melalui program cetak sawah.

Ia menegaskan Program BERANI Panen Raya menjadi prioritas utama Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah dalam mewujudkan ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani.

Di sisi lain, ia juga mengingatkan bahwa meningkatnya alih fungsi lahan menjadikan program cetak sawah baru sebagai kebutuhan mendesak untuk menjaga produksi pangan daerah.

  Open House Gubernur Sulteng di Siranindi Dipadati Warga

Selain peningkatan produksi, Anwar juga menekankan pentingnya modernisasi pertanian melalui penerapan teknologi, mekanisasi, dan digitalisasi agar pertanian Sulawesi Tengah mampu bersaing dengan daerah maupun negara lain.

“Tujuan akhir dari Berani Panen Raya bukan hanya meningkatkan produksi, tetapi menghadirkan kesejahteraan bagi petani Sulawesi Tengah,” tegasnya. (red)