Seperti diketahui, ada sejumlah kotak jabatan eselon II saat ini hanya dijabat setingkat pelaksana tugas (Plt). Jabatan itu tidak definitif bagi pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD). Akan menyulitkan untuk mengimplementasikan kebijakan dan rencana strategis, RPJMD dan lainnya. Demikian pula di eselon III dan IV. Perlu penyegaran, promosi, dan reposisi.
Baca juga : Juli 2022, Mutasi Besar-besaran
Selain itu, gubernur berharap agar masyarakat selalu mawas diri dengan perubahan dunia, terutama ancaman krisis pangan. Selalu memanfaatkan lahan sekitar. Olah dengan kelompok, ajak BumDes dan aparat desa. Manfaatkan KUR BRI yang batasnya hingga Desember 2022, dengan bunga hanya tiga persen.
Perangkat desa mesti memberikan jaminan sosial dan santunan kematian untuk setiap warganya. Jaminkan ke BPJS. Ajak kerjasama dengan dana desa. Tujuannya, warga meninggal menerima santunan duka. Bila ada santunan duka maka tidak akan terancam dengan kemiskinan.
Gubernur Rusdy Mastura berharap bupati di Sulteng mendorong hal tersebut.
Baca juga : 12 Pejabat Eselon II Pemprov Sulteng Dilantik, Abdul Rachman Ismail Jadi Kadis ESDM
Sebagaimana diberitakan, 10 orang pejabat melamar jadi calon Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Sulawesi Tengah (Sulteng).
Jumlah tersebut berdasarkan pejabat yang melamar hingga batas akhir pendaftaran lelang kotak jabatan pimpinan tinggi madya Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Tengah pada tanggal 16 Agustus 2022. Pendaftaran mulai dibuka panitia seleksi sejak 1 Agustus 2022 yang tertuang dalam pengumuman seleksi terbuka jabatan pimpinan tinggi madya Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Tengah nomor 002/Pansel-JPTM/2022. Surat pengumuman tersebut ditandatangani Prof Dr. Zaenal Abidin, M.Ag selaku ketua Panitia Seleksi.
Baca juga : Satu Pejabat Eselon II Nonjob dan 3 Pejabat Turun Jabatan di Pemprov Sulteng







