Sabtu, 24 Januari 2026
Daerah  

Tambang Emas Dongi-Dongi Geger, 2 Pria Dibacok

Soal TTG Donggala, Polda Sulteng Periksa 362 Orang, 116 Kades, 32 Camat
Kompol Sugeng. Foto: Dok

Palu, Teraskabar.id– Kasus penganiayaan kembali terjadi di lokasi tambang emas ilegal atau pertambangan tanpa izin (PETI) di Desa Dongi-dongi, Kecamatan Lore Utara, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah, Senin (17/10/2022). Dua orang menjadi korban inisial E (56) dan H inisial (32), di mana salah satunya karena luka yang dialami cukup serius usai dibacok.  Sehingga, oleh warga dilarikan ke Rumah Sakit Undata Palu.

Kasubbid Penmas Kompol Sugeng Lestari, membenarkan peristiwa penganiayaan yang terjadi di wilayah Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah itu.

Baca jugaBila Gagal Tertibkan Peti Dongi-Dongi,  BTNLL Minta Direktur GAKKUM Diganti

Ia juga menegaskan, persitiwa penganiayaan tersebut bukan bentrok antarkelompok pemuda, akan tetapi merupakan permasalahan pribadi atau perorangan.

“Benar, telah terjadi peristiwa penganiayaan di lokasi tambang illegal di Desa Dongi-dongi Kecamatan Lore Utara Kabupaten Poso, pada Senin (17/10/2022) malam,” kata Sugeng saat dikonfirmasi media ini di Palu, Rabu (19/10).

Kompol Sugeng Lestari menyebutkan, terdapat dua orang yang menjadi korban penganiayaan tersebut.

Baca jugaGeger Video Mesum 1 menit 9 Detik Beredar di Medsos

Di mana salah satunya karena luka yang dialami cukup serius hingga oleh warga dilarikan ke Rumah Sakit Undata Palu.

“Dua orang yang menjadi korban itu salah satunya warga Desa Dongi-dongi, kemudian korban kedua merupakan warga pendatang dari Sulawesi Utara,” sebutnya.

Ia juga menjelaskan kronologis persitiwa tersebut, di mana pada Senin (17/10) pukul 23.00 WITA, korban E bermaksud datang ke lokasi tambang karena diundang D yang mengatakan ada keributan.

Tetapi sesampai di lokasi, yang terjadi korban E diteriaki “Bunuh saja dia” dan dari arah belakang ada yang melempar batu, serta melakukan penganiayaan dengan senjata tajam yang dilakukan oleh orang tidak dikenal yang kemudian melarikan diri.

  Kapolda Sulteng Serahkan Bantuan Mesin Jahit ke Istri Eks Napiter di Poso

Baca juga:  Warga Parimo Geger, Mengebor Air Bersih Muncul Sumber Gas

Kejadian kedua terjadi pukul 23.00 WITA di lokasi yang sama, di mana korban H bermaksud pulang ke camp tambang, tiba-tiba ada dua orang tidak dikenal membabi buta melakukan penganiayaan dengan senjata tajam, yang mengakibatkan korban mengalami luka cukup serius. Selanjutnya,  pelaku melarikan diri.

“Korban E kondisinya cukup stabil dan hanya diberikan perawatan di Puskesmas Wuasa, sementara korban H karena lukanya cukup serius sehingga dirujuk ke Rumah Sakit Undata Palu,” kata Kompol Sugeng Lestari.

Lebih lanjut, Kompol Sugeng Lestari mengatakan, penanganan kasus penganiayaan saat ini telah diambil alih oleh Polres Poso yang mulai kemarin sudah mendatangi lokasi kejadian.

Pelaku masih dalam pencarian, sedangkan motifnya masih didalami karena pelaku belum tertangkap. (teraskabar)