Jumat, 29 Mei 2026
Ekbis, Home  

Target Ekspor Durian Berkelanjutan, Parimo Perketat Standar Kualitas

Target Ekspor Durian Berkelanjutan, Parimo Perketat Standar Kualitas
Bupati Parimo Erwin Burase mendampingi Kepala Barantin Indonesia mengunjungi perusahaan pengepakan durian untuk tujuan ekspor. Foto: IKP Parimo

​Parigi Moutong, Teraskabar.id– Kabupaten Parigi Moutong terus memantapkan posisinya sebagai raja durian di Sulawesi Tengah menyusul capaiannya menembus pasar Tiongkok. Target ekspor durian berkelanjutan menjadi penguatan dukungan status sebagai raja durian.

Guna memastikan komoditas unggulan ini mampu bersaing stabil di pasar global, Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong bersama Badan Karantina Indonesia menggelar Dialog Optimalisasi Kualitas Ekspor Komoditas Durian Parigi melalui Pendampingan Karantina.

​Acara yang berlangsung di PT Sentra Pangan Sejahtera, Desa Avulua, Kamis (27/5/2026) ini dihadiri langsung oleh Kepala Badan Karantina Indonesia, H. Abdul Kadir Karding, S.Pi., M.Si., serta Bupati dan Wakil Bupati Parigi Moutong, jajaran OPD terkait, pelaku usaha, dan para petani lokal.

​Tahun 2026 menjadi tonggak sejarah baru bagi sektor pertanian Parigi Moutong. Untuk pertama kalinya, kabupaten ini berhasil mengekspor 27 ton durian langsung ke pasar Tiongkok. Keberhasilan ini merupakan buah manis dari kerja keras para pengusaha, yang disokong penuh oleh Pemkab Parigi Moutong dan Dinas Pertanian Provinsi Sulawesi Tengah.

​Bupati Parigi Moutong menegaskan bahwa momentum emas ini harus dijaga melalui standarisasi yang ketat.

​”Kami ingin durian daerah ini tidak hanya dikenal karena kelezatannya, tetapi juga dipercaya kualitasnya yang terjamin dan aman dikonsumsi oleh siapa saja dan di mana saja,” ujar Bupati.

Target Ekspor Durian Berkelanjutan, Harap Intervensi Barantin

​Bupati juga berharap Badan Karantina (Barantin) Indonesia dapat terus memberikan pendampingan, bimbingan teknis, serta sertifikasi agar ekspor durian ini dapat berjalan secara berkelanjutan.

​​Bukan tanpa alasan Parigi Moutong menjadi motor penggerak ekspor durian. Sektor perkebunan di wilayah ini memiliki skala yang sangat menjanjikan. Mencapai luas lahan 1.114 Hektare (HA) dan ​Pohon Produktif Kurang lebih 114.103 pohon. ​Total Produksi menembus 6.000 ton per tahun.

  Produktivitas Nelayan dan Pembudidaya Ikan di Parimo Masih Rendah

​Tersebar di 19 kecamatan. ​Data ini membuktikan bahwa durian montong bukan sekadar komoditas musiman, melainkan urat nadi perekonomian yang menjadi andalan masyarakat di hampir seluruh pedesaan Parigi Moutong.

​Selain membahas peluang pasar, dialog ini juga menjadi wadah serap aspirasi yang produktif. Salah seorang petani dari Desa Alo, Kecamatan Ampibabo, Pak Bakrin, menyampaikan keluhan krusial mengenai serangan penyakit bangkalan.

​Penyakit ini menjadi momok menakutkan bagi petani karena menyerang daging buah.membuat rasa menjadi tawar, kandungan air berlebihan, dan muncul bercak namun baru bisa diketahui setelah buah dibelah. Akibat sulit dideteksi dini, banyak petani mengalami kerugian besar saat panen.

​Mendengar keluhan tersebut, Kepala Badan Karantina Indonesia, H. Abdul Kadir Karding, langsung memberikan respons konkret.

​”Badan Karantina Indonesia akan bergerak proaktif. Kami akan segera membentuk tim khusus untuk mempelajari dan mencari solusi efektif dalam menangani penyakit bangkalan ini agar tidak lagi merugikan petani,” tegas Abdul Kadir Karding.

​Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga mutu dari hulu ke hilir, mulai dari proses budidaya di kebun, penanganan pascapanen yang tepat, hingga pengemasan standar internasional demi memenangkan persaingan global.

​Melalui sinergi kuat antara gerak cepat pemerintah pusat, komitmen pemda, dan antusiasme petani, durian Parigi Moutong diharapkan tidak hanya merajai pasar domestik, tetapi kian harum di kancah internasional sekaligus mendongkrak kesejahteraan petani lokal. (red)