Minggu, 25 Januari 2026
Ekbis  

Telkom Tutup Tahun Buku 2022, Pendapatan Konsolidasi Rp147, 31 Triliun

Kuartal III 2023, Telkom Bukukan Laba Bersih Rp19,5 Triliun, Tumbuh 17,6 Persen YoY
Kawasan perkantoran TelkomGroup di Jakarta. Foto: dok

Telkom Group Gali Potensi InfraCo

Telkom Tutup Tahun Buku 2022, Pendapatan Konsolidasi Rp147, 31 Triliun

Seiring dengan implementasi FMC yang tengah dilakukan, TelkomGroup juga menggali kemampuan InfraCo yang hendak memaksimalkan value serta utilitas peninggalan infrastruktur.

Berikutnya buat inisiatif Informasi Center, perseroan mencatat kinerja yang makin baik pada bisnis data center dan cloud sebesar Rp 1, 6 triliun. Hal ini sejalan dengan permintaan akan layanan data center yang terus bertumbuh. Sampai akhir Desember 2022, TelkomGroup mempunyai 28 data center yang berlokasi di dalam ataupun luar negeri.

Saat ini TelkomGroup tengah mengonsolidasi seluruh data center yang dimiliki di bawah satu entitas Telkom Data Ekosistem( TDE) dengan brand NeutraDC. Proses konsolidasi terus dilakukan dengan estimasi target penyelesaian pada 2024 mendatang.

Baca jugaTelkom Ambil Alih Saham Sigma Tata Sadaya dan Inbreng Hyperscale Data Center

Pada Desember 2022, Telkom lewat NeutraDC mengawali groundbreaking Hyperscale Data Center( HDC) ke- 2 di Batam. Tidak hanya akan melayani bermacam kebutuhan bisnis di Indonesia, HDC Batam disiapkan juga untuk menangkap potensi limpahan permintaan( spillover) dari negara lain, terutama dari Singapore. HDC Batam akan dibangun di atas lahan seluas 8 Ha yang terdiri dari 3 kampus berstandar global, dengan designed IT load capacity sebesar 51 MW, memanfaatkan energi yang terbarukan( renewable energy) melalui pengurangan emisi karbon dan mengarah pada peningkatan implementasi ESG, serta mengadopsi sistem multi- tier.

Baca jugaTelkom Bukukan Laba Bersih Rp24,8  Triliun

“ Ke depannya, TelkomGroup masih hendak terus melanjutkan implementasi inisiatif strategis Five Bold Moves. Lewat strategi ini, Telkom Group bisa melaksanakan diversifikasi serta memperluas pangsa pasar dari bisnis B2B sekalian bisa mempertahankan posisi selaku pemimpin pasar B2C yang hendak fokus dijalankan Telkomsel, sehingga pada kesimpulannya sanggup mengoptimalkan kesempatan serta penciptaan nilai bagi perusahaan,” tutup Ririek. (teraskabar)