Minggu, 25 Januari 2026
Home, Umum  

Tudingan Dukung Zionisme, Ini Fakta Pendidikan Kader Ulama Masjid Istiqlal

Tudingan Dukung Zionisme, Ini Fakta Pendidikan Kader Ulama Masjid Istiqlal
Kuliah Umum PKUMI dengan Habib Ali Zainal Abidin bin Abdurrahman Al-Jufri. Foto: Istimewa

Jakarta, Teraskabar.id– Sebagai Mahasiswa Pendidikan Kader Ulama Masjid Istiqlal (PKUMI), tulisan ini akan mengulas peran sentral Masjid Istiqlal sebagai pusat kegiatan umat Islam, tempat berkumpulnya para ulama, serta lembaga pendidikan yang mencetak ulama berkualitas, baik dari segi intelektual maupun spiritual.

Sebagai Mahasiswa PKUMI juga bersaksi terhadap sikap tegas Masjid Istiqlal dalam mendukung perjuangan Palestina dan menolak segala bentuk penjajahan Zionis, sekaligus meluruskan tuduhan keliru yang mengaitkan Istiqlal dengan dukungan terhadap Zionisme.

Masjid Istiqlal sangat menyadari bahwa peristiwa kemarin telahmemicu beragam spekulasi dan menggiring imajinasi liar khalayak luas. “Namun, rasanya tidak adil atau kurang bijak jika sorotan media hanya tertuju pada satu sisi. Bukankah prinsip dasar jurnalisme adalah menyajikan informasi yang berimbang, bukan sekadar menyudutkan atau menjadi alat propaganda? Sudah seharusnya media-media memberikan gambaran utuh dan objektif,” terang Muhammad Muslim Al Jihaad, mahasiswa PKUMI melalui siaran persnya, Selasa (22/07/2024).

Baca jugaDitolak di Istiqlal, Direktur Komite Yahudi Amerika Diundang UIN Datokarama Palu

Tambah Muslim Al jihad bahwa terdapat pemberitaan yang dengan mudahnya menyebut Masjid Istiqlal sebagai sarang “pengkaderan Zionis”. “Berita-berita semacam ini sangat disayangkan. Generalisasi seperti pemberitaan ini bukan hanya tidak objektif dan tidak bertanggung jawab, tetapi juga dapat menimbulkan dampak yang meluas dan merugikan banyak pihak. Namun, ‘alā kull hāl, Masjid Istiqlal berterima kasih dan menerima ini sebagai sebuah bentuk perhatian, sudah pasti menjadi pembelajaran yang sangat berharga untuk kebaikan ke depannya,” ungkap mahasiswa PKUMI ini.

Perlu diketahui bahwa Masjid Istiqlal memiliki program kaderisasi ulama yang dikenal dengan Pendidikan Kader Ulama Masjid Istiqlal. Program ini diperuntukkan bagi mahasiswa pascasarjana dan doktoral yang telah melalui seleksi ketat. Dengan demikian, para kader ulama ini adalah orang-orang terpilih yang memiliki kemampuan intelektual; pemikiran dan spiritual; hati yang mumpuni untuk menyaring setiap informasi secara kritis, jelas Muslim menggapi pemberitaan yang berkembang soal PKUMI.

  Pengepungan Hari Ketujuh Rumah Sakit Al-Shifa, Pasien Kritis Semakin Kritis

Lebih jauh, ia menjelaskan bahwa budaya transfer ilmu di perkuliahan PKUMI juga berbeda dari majelis taklim pada umumnya; satu arah, di mana dosen sebagai narasumber, dan mahasiswa hanya sebagai pendengar.

“Di PKUMI sama sekali tidak seperti itu! Sebagaimana lazimnya dunia akademik, para kiai atau akademisi yang mengajar di PKUMI tidak hanya berperan sebagai narasumber, namun juga sebagai fasilitator diskusi interaktif,” tegasnya.