Selasa, 13 Januari 2026
Ekbis  

Universitas Azlam Manfaatkan Daun Kelor untuk Penggemukan Sapi

Universitas Abdul Azis Lamadjido (Azlam) memiliki program inovatif berupa pemanfaatan daun kelor untuk penggemukan ternak. Program Pembinaan UMKM Berbasis Kemitraan ini sebagai upaya pemenuhan pakan ternak bernutrisi yang bersinergi dengan Program Penggemukan Sapi Kabupaten Sigi “Karava Tandau’.
Penandatanganan kontrak Program Program Pembinaan UMKM Berbasis Kemitraan oleh Wakil Rektor II mewakili Rektor Universitas Azlam, Selasa (24/10/2023) di Bekasi. Foto: Istimewa

Palu, Teraskabar.id – Universitas Abdul Azis Lamadjido (Azlam) memiliki program inovatif berupa pemanfaatan daun kelor untuk penggemukan ternak. Program Pembinaan UMKM Berbasis Kemitraan ini sebagai upaya pemenuhan pakan ternak bernutrisi yang bersinergi dengan Program Penggemukan Sapi Kabupaten Sigi “Karava Tandau’.

“Masyarakat memberikan pakan untuk ternak hanya sekedar terpenuhi makanannya tanpa memikirkan Asupan gizi ternak, sehingga kami berupaya memberikan pemahaman  untuk meninggalkan pemberian pakan ternak konvensional,” kata Ketua LPM Universitas Azlam, Dr. Livawanti, SP, MP dihubungi dari Palu usai penandatangan kontrak Program Pembinaan UMKM Berbasis Kemitraan dari Dirjen Pendidikan Tinggi, Riset dan Teknologi Kemendikbud Ristek, Selasa (25/10/2023) di Bekasi.

Baca jugaRumah Produksi Pakan Ikan BUMDes Balantang Lutim Didukung Sepenuhnya PT Vale

Ia menjelaskan alasannya sehingga memilih daun kelor sebagai bahan pakan ternak. Menurutnya, Sulawesi Tengah adalah penghasil kelor terbaik.  Selain kandungan yang dimiliki, juga bahan baku kelor berlimpah, berkualitas dan ekonomis.  Karena semua kabupaten kota se-Sulawesi Tengah memiliki tanaman kelor yang menjadi salah satu bahan baku lokal dalam menunjang nutrisi dan kenaikan bobot badan maupun produksi susu ternak sapi.

Universitas Azlam Manfaatkan Daun Kelor untuk Penggemukan Sapi
Tim Pemaparan dan Veriifikasi Dokumen Program Kemitraan foto bersama Ketua Yayasan Panca Bhakti Palu, Ir. H. Rendy A. Lamadjido di salah satu rumah makan di Bekasi, Jawa Barat, Selasa (24/10/2023). Foto: Istimewa

“Setiap daerah yang ada si Sulawesi Tengah memiliki tanaman kelor maka tanaman kelor ini selain daunnya dikonsumsi oleh masyarakat, juga untuk pakan sehingga program ini diyakini akan tetap berkesinambungan,” ujarnya.

Baca jugaSeri Diskusi MD KAHMI Kota Palu, Perempuan Harus Manfaatkan Peluang jadi Pemimpin

Di satu sisi kata Dr. Livawanti, pasokan daun kelor sebagai bahan pakal lokal yang sangat melimpah, namun belum dioptimalkan sebagai sumber pakan ternak. Misalnya, untuk kebutuhan pakan ternak  di Kabupaten Sigi yang ditarget sebanyak 1.000 kilogram perhari, sedangkan kapasitas produksi hanya mampu maksimal 200 kilogram perhari. Hal itu mengacu pada jumlah ternak sapi di Sigi mencapai kurang lebih 37 ribu ekor berdasarkan Statistik Pertanian 2021.

  Mobil Niaga Ringan, New Carry Kuasai Setengah Lebih Penjualan Suzuki

Baca jugaSeri Diskusi MD KAHMI Kota Palu, Perempuan Harus Manfaatkan Peluang jadi Pemimpin

Sebagaimana diketahui, Sulawesi Tengah penyangga IKN, maka pemenuhan ternak bukan hanya menjadi tanggung jawab Kabupaten Sigi tetapi beberapa kabupaten lain yang ada di Sulawesi Tengah juga harus ikut memberi andil.  Sehingga, penyebaran produksi snack ternak BERAKAL bisa berkelanjutan. (teraskabar)