Palu, Teraskabar.id – Universitas Abdul Azis Lamadjido (AZLAM) memperoleh pendanaan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Riset dan Teknologi dalam Program Pembinaan UMKM Berbasis Kemitraan. Hal itu ditandai dengan penandatanganan kontrak oleh Wakil Rektor II mewakili Rektor Universitas Azlam, Selasa (24/10/2023) bertempat di HARRIS Hotel dan Convention Bekasi.
Dr. Livawanti, SP, MP selaku ketua Tim Pengusul Program Pembinaan UMKM Berbasis Kemitraan, mengatakan, Universitas Abdul Azis Lamadjido bermitra dengan UMKM Snack Ternak BERAKAL (Berbahan Baku Lokal) Program Pembinaan UMKM Berbasis Kemitraan. Program ini dilakukan untuk membina UMKM yang selama ini terbatas pembuatan snack kelor dengan bahan limbah pertanian.
Baca juga: Universitas Azlam Manfaatkan Daun Kelor untuk Penggemukan Sapi
Akan tetapi dengan adanya kemitraan dengan Universitas AZLAM kata Dr. Livawanti, UMKM tersebut diberikan pelatihan terkait dengan produksi snack ternak BERAKAL dengan penambahan bahan Baku Pokal dan Tunggal yaitu, kelor untuk menambah protein, karbohidrat, vitamin, glukosa, mineral yang tadinya menggunakan bahan limbah pertanian.

Namun, dengan bahan baku kelor mampu memberi kontribusi kandungan tersebut yang bermanfaat untuk menyerap mikroorganisme dengan baik, sehingga mampu menambah berat badan dan produksi susu pada ternak.
“Terbangunnya Kemitraan ini bermanfaat untuk mitra, mampu memenuhi permintaan pasar terkait dengan Snack Kelor BERAKAL. Dan manfaat bagi Universitas AZLAM dapat menambah IKU 2, IKU 5, dan IKU 6,” kata Dr. Livawanti.
Baca juga: Rumah Produksi Pakan Ikan BUMDes Balantang Lutim Didukung Sepenuhnya PT Vale
Ia menambahkan, pelaksanaan program tersebut dimulai dari sosialiasi produk kepada masyarakat, dilanjutkan dengan pelatihan kepada UMKM Mitra dengan materi pelatihan kesehatan dan keselamatan kerja (K3); pelatihan penggunaan alat; produksi Snack Ternak BERAKAL; pengemasan Snack Ternak BERAKAL.
Diharapkan luaran dari kemitraan antara Universitas Abdul Azis Lamadjido dengan UMKM Snack Ternak BERAKAL adalah;
Pertama, terpenuhinya permintaan pakan ternak oleh mitra. Artinya, karena Sulawesi Tengah penyangga IKN maka pemenuhan ternak bukan hanya menjadi tanggung jawab Kabupaten Sigi, tetapi beberapa kabupaten lain yang ada di Sulawesi Tengah. Sehingga, penyebaran produksi snack ternak BERAKAL bisa berkelanjutan;
Baca juga: Pertanian Ramah Lingkungan, Langkah PT Vale Wujudkan Kemandiran Masyarakat
Kedua, termanfaatkannya bahan baku lokal (BERAKAL) Kelor; Sebab, Sulawesi Tengah merupakan penghasil kelor terbaik, selain kandungan yang dimiliki karena semua kabupaten kota memiliki tanaman kelor yang menjadi salah satu bahan baku lokal dalam menunjang nutrisi dan kenaikan bobot badan ternak. Karena setiap daerah yang ada di Sulawesi Tengah memiliki tanaman kelor, maka tanaman kelor ini selain daunnya dikonsumsi oleh masyarakat tetapi juga untuk pakan sehingga program ini tetap berlanjut;
Ketiga, Pemahaman masyarakat terhadap pakan ternak bernutrisi.
“Maksudnya adalah edukasi masyarakat tentang Snack ternak BERAKAL bernutrisi dan memberikan pemahaman untuk meninggalkan pemberian pakan ternak konvensional dengan memberikan pakan untuk ternak hanya sekedar terpenuhi makanannya tanpa memikirkan asupan gizi ternak, sementara bahan baku kelor berlimpah yg berkualitas dan ekonomis. (teraskabar)







