Senin, 12 Januari 2026

11 Proyek Infrastruktur Terdampak Bencana di Pasigala Tuntas

11 Proyek Infrastruktur Terdampak Bencana di Pasigala Tuntas
Penandatanganan Berita Acara Serah Terima (BAST) dan BAST Operasional (BASTO) proyek PETRA-UNDP dan sosialisasi Inpres Nomor 8 Tahun 2022 tentang Penuntasan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sulteng di Hotel BW Coco, Senin (19/12/2022). Foto: Adpim Setdaprov

Palu, Teraskabar.id – Sebanyak 11 proyek infrastruktur terdampak bencana berhasil dipulihkan pada tahun ini di wilayah Palu, Sigi dan Donggala (Pasigala). Ke sebelas proyek infrastruktur tersebut masuk dalam 32 target proyek Programme for Earthquake and Tsunami Infrastructure Reconstructive Assistance atau disingkat PETRA bekerjasama dengan UNDP yang diserahkanterimakan hari ini, Senin (19/12/2022).

Penyerahan proyek bantuan Pemerintah Jerman melalui Bank Pembangunan Jerman (KfW) bekerjasama dengan UNDP untuk percepatan pemulihan Sulteng pascabencana 2018 itu  dihadiri Plt Kepala Pelaksana BPBD Sulteng Drs. Arfan, M.Si pada acara penandatanganan Berita Acara Serah Terima (BAST) dan BAST Operasional (BASTO) proyek PETRA-UNDP dan sosialisasi Inpres Nomor 8 Tahun 2022 tentang Penuntasan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sulteng di Hotel BW Coco, Senin (19/12/2022).

Sebelum serah terima hari ini telah lebih dulu dilaksanakan verifikasi pada 21-24 September 2022 untuk memastikan kualitas pekerjaan telah sesuai dengan design dan spesifikasi teknis.

Baca jugaGubernur Sulteng Siap Pinjam Dana ke BTN untuk Pembangunan Huntap

Gubernur Sulawesi Tengah melalui Plt Kepala Pelaksanan BPBD Sulteng Arfan, berterima kasih dan mengapresiasi hasil-hasil proyek PETRA-UNDP yang sangat membantu pekerjaan pemulihan yang dilakukan pemerintah provinsi dan kabupaten/kota terdampak, di tengah keterbatasan APBD masing-masing.

“Kami bersyukur bahwa selama ini dalam upaya pemulihan pascabencana 2018, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah tidak berjalan sendiri tapi telah dibantu berbagai pihak,” kata Plt Kalak.

Sejumlah infrastruktur yang telah dipulihkan antara lain RS Anutapura Palu, RS Torabelo Sigi dan Puskesmas Malei Donggala.

Baca jugaHampir Empat Tahun Pasca-Bencana Pasigala, Baru Kelar 632 Unit Huntap Utang Negara

Pada satuan pendidikan yakni SMP Negeri 1 Labuan, SMP Negeri 3 Sirenja dan SMP Negeri 3 Satap Sindue.

  Sulteng Terima 26 SK Perhutanan Seluas 28.448 Hektare dari Presiden Jokowi

Lalu infrastruktur ekonomi masyarakat yakni irigasi Jono dan irigasi Tuva; jembatan Tuva dan Pasar Omu yang semuanya berada di Sigi dan pasar Sibado di Donggala.

Kepada pemerintah kabupaten kota penerima bantuan diminta tidak hanya pandai menggunakan tapi harus bisa menjaga dan merawatnya.

“Pemerintah kabupaten kota (Sigi, Donggala dan Palu) selaku penerima bantuan agar memasukkan anggaran pemeliharaan dan perawatan dalam APBD masing-masing supaya infrastruktur tersebut dapat dijaga dengan sebaik-baiknya,” ujar Arfan.

Baca juga3.600 Unit Huntap Belum Terbangun bagi Korban Bencana Pasigala di Palu

Selanjutnya, dengan adanya Inpres No 8 Tahun 2022 kata Arfan, Gubernur Sulteng berharap dapat memantik semangat dan kolaborasi untuk percepatan rehab rekon Sulteng yang telah resmi diperpanjang hingga 2024.

“Semoga momentum ini jadi awal yang baik untuk meningkatkan kerja cepat dan kerjasama Kita dalam membangun Sulawesi Tengah yang lebih sejahtera dan lebih maju, serta tangguh bencana,” harapnya untuk penuntasan rehab rekon di Sulteng.

Hadir di acara, Sestama BNPB Lilik Kurniawan, ST, M.Si, Direktur Pemulihan dan Peningkatan Fisik BNPB H. Ali Bernadus, SKM, MA, Perwakilan UNDP Indonesia, Bupati Donggala Dr. Kasman Lassa, MH, Wakil Walikota Palu dr. Reny Lamadjido, Sekda Kabupaten Sigi, Kalak BPBD Parigi Moutong dan pejabat K/L dan OPD teknis. (teraskabar)