Palu, Teraskabar.id – Anggota DPR RI dari daerah pemilihan (Dapil) Sulawesi Tengah (Sulteng) H Anwar Hafid mendeklarasikan kesiapannya untuk ikut berkompetisi di kontestasi Pemilihan Gubernur (Pilgub) Sulteng 2024.
Deklarasi kesiapan tersebut dilaksanakan pada acara Silaturahmi Akbar Relawan dan Simpatisan di Khan Studio Kelurahan Lere, Kota Palu, Sabtu (18/3/2023).
“ Jika saya di pandang memenuhi memenuhi kriteria, Bismillah, saya siap maju sebagai calon Gubernur Sulteng,” kata Anwar Hafid yang juga ketua DPD Partai Demokrat Sulteng.
Baca juga : Anwar Hafid Tinjau Pelaksanaan BSPS, Kali Pertama Anggota DPR-RI ke Uwentumbu Kota Palu
Informasi yang diperoleh media ini dari internal pengurus Partai Demokrat Sulteng, rencana awal pelaksanaan Silaturahmi Akbar Relawan dan Simpatisan akan dilaksanakan pada Jumat malam (10/3/2023). Namun karena persiapan ujian terbuka promosi doktor H. Anwar Hafid pada 10 Maret 2023, sehingga kegiatan tersebut digeser jadwalnya ke Sabtu malam (18/3/2023).
Meski sempat tertunda, pelaksanaan Silaturahmi dengan relawan dan simpatisan tersebut tidak mengurangi semangat membangun kebersamaan untuk Sulteng lebih maju.
Mantan bupati Morowali dua periode itu menegaskan, semangat kebersamaan adalah suatu keniscayaan bagi relawan dalam membangun Provinsi Sulteng ini.
Karena untuk pembangunan daerah, tentu semangat menjadi relawan adalah karena panggilan jiwa dan hati nurani, bukan karena panggilan materi.
“ Jujur saya merasa bangga pada malam ini karena teman-teman membuat satu momen yang luar biasa menurut saya pribadi ini tidak akan mungkin bisa saya lupakan,” kata Anwar Hafid yang kini menyandang gelar doktor.
Anwar Hafid Ingatkan Pentingnya Nilai Kebersamaan
Dr. Anwar Hafid yang akrab disapa AH itu memberi apresiasi yang tinggi kepada segenap panitia dan pecinta musik yang menggagas pertemuan bersama simpatisan dan relawan se-Sulteng.
Karena berangkat dari pertemuan ini, menjadi pelecut bagi kita semua untuk mengambil peran besar untuk memperjuangkan sebuah nilai besar bagi kemajuan Sulteng kedepan. Artinya, perjuangan ini bukan untuk kepentingan personal Anwar Hafid, tapi perjuangan bersama untuk mewujudkan masyarakat Sulteng yang lebih sejahtera.
“Kita tidak sedang memperjuangkan Anwar Hafid. Karena kalau Anwar Hafid yang kita perjuangkan, maka Insya Allah besok kita bubar,” ujarnya.
Baca juga : Demokrat Sulteng Muscab Serentak, Siap Menghantarkan AHY Jadi Presiden
Makanya, kata Dr. Anwar Hafid, nilai itulah yang mau dibangun dari relawan ini. Sebab, tanpa nilai, relawan akan rapuh. Tanpa nilai relawan tidak ada apa-apanya. Tanpa nilai yang kita perjuangkan, relawan ini ibarat buih di lautan. Banyak tapi tidak bisa berbuat apa-apa.
“Kita ingin kehadiran malam ini untuk sebuah nilai,” kata AH.
Kekuatan nilai itu juga, katanya sehingga bangsa Indonesia memproklamirkan kemerdekaan. Bangsa Indonesia ini bisa diproklamirkan, dimerdekakan bukan karena kekuatan materi, bukan karena kekuatan senjata tetapi dimerdekakan karena kekuatàn nilai. Inilah yang harus ada dalam diri setiap relawan, nilai apa yang kita perjuangkan ke depan ini.
” Saya yakin dan percaya bila relawan memegang nilai yang diperjuangkan, maka tidak akan lekang oleh panas dan lekang oleh kekuatan apapun,” tandasnya
Anwar Hafid Sebut Semangat Berjamaah
Anwar Hafid menyebutkan bahwa tiga nilai yang harus dimiliki dan diperjuangkan dalam membangun daerah ini, yaitu nilai kebersamaan, kerjasama dan keunggulan.
“Kita ingin Sulteng ini dibangun ke depan secara bersama-sama. Kalau Pak Anis di Jakarta bilang, kita sedang membangun kolaborasi besar. Maka Sulteng ini hanya bisa dibangun bila ada kolaborasi dengan semangat berjamaah, dengan semangat bersama-sama, sebagaimana dicontohkan oleh para leluhur kita,” katanya.
Baca juga : Anwar Hafid Reses di Tentena, Siap Perjuangkan Aspirasi GKST di Pemerintah
Olehnya kata AH, dengan semangat kebersamaan dan kerjasama, maka yakinlah tujuan yang ingin dicapai lebih mudah terwujud dibanding perjuangan yang tak dilandasi semangat kebersamaan.
“Insya Allah, kita punya target yang besar, bagaimana seorang pemerintah provinsi melayani pemerintah kabupaten, bukan sebaliknya,” ujarnya. (teraskabar)






