Palu, Teraskabar.id – Bentrok karyawan antara pekerja asing dan lokal di smelter nikel PT Gunbuster Nickel Industry (PT GNI) di Morowali Utara, Sulawesi Tengah (Sulteng) pada Sabtu (14/1/2023), jadi perhatian seluruh pihak baik di level lokal maupun nasional.
Legislator Senayan pun terutama dari daerah pemilihan (Dapil) Sulawesi Tengah (Sulteng) segera bereaksi menyikapi insiden bentrok yang telah menimbulkan korban jiwa dan kerugian materil, agar permasalahannya tidak berlarut-larut.
Anggota DPR RI, Drs. H. Anwar Hafid, M.Si misalnya, dalam menyikapi insiden bentrok antarkelompok karyawan itu menyarankan perlu menelaah akar permasalahannya secara obyektif.
Baca juga : Tiga Orang Meninggal Akibat Bentrok Karyawan di PT GNI, 69 Pekerja Diamankan
“Perlu melihat secara objektif kenapa bentrok antarkelompok karyawan di PT GNI bisa terjadi,” kata Anwar Hafid dihubungi melalui media ini melalui pesan WhatsApp, Senin (16/1/2023).
Pada persoalan bentrok antarkelompok karyawan yang berujung jatuhnya dua korban jiwa, Anwar Hafid memetakan persoalan yang melatarbelakanginya pada lima poin permasalahan.






