Palu, Teraskabar.id – Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kabupaten Morowali Amir Aminudin melaporkan keterbatasan daya tampung sarana pendidikan khususnya pada tingkat SMA di kawasan lingkar tambang dan kawasan industri Bahodopi Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah.
Laporan tersebut disampaikan Kadisdik Morowali kepada Wakil Gubernur Sulawesi Tengah H. Ma’mun Amir pada rapat pembahasan pembangunan sarana pendidikan di kawasan lingkar tambang Bahodopi Kabupaten Morowali.
Turut mendampingi Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Yudiawati Vidiana, Kepala Bappeda Provinsi Ir. Christina Sandra Tobondo, Tim Asistensi Ruslan Husain, Arifudin Bidin, pejabat BPMP, Ketua Pokja serta pejabat terkait lainnya.
Baca juga : 600 Jiwa Terdampak Banjir di Lingkar Tambang Bahodopi Morowali
Rapat Pembahasan Pembangunan Sarana Pendidikan di Kawasan Lingkar Tambang Bahodopi-Morowali secara hybrid tersebut, juga dihadiri Bupati Morowali Drs. Taslim, Sekkab Morowali Yusman Mahbub, Kepala Dinas Pendidikan Morowali Amir Aminudin dan unsur terkait lain.
Kadisdik Morowali menambahkan, pada bulan Juli 2023 atau tahun ajaran baru ini tercatat 263 orang alumni SMP yang akan melanjutkan pendidikan pada tingkatan SMA. Sementara kapasitas sekolah khususnya SMA 1 dan 2 sangat terbatas untuk menampung para tamatan SMP.
Baca juga : Kejaksaan Belum Periksa Kadis Kesehatan Tolitoli Soal Dugaan Korupsi Alkes Rp 1,2 Miliar
“Terdapat 2 hektare lahan yang telah disepakati oleh masyarakat untuk rencana pembangunan sekolah yang diharapkan dapat segera ditindaklanjuti,” kata Amir sebagaimana dikutip dari rilis Biro Adpim Setdaprov, Jumat (14/4/2023).
Bupati Morowali Drs Taslim membenarkan hal tersebut. Menurutnya diperlukan tambahan ruang belajar untuk SMA. Bahkan dalam waktu dekat akan dibuka jenjang pendidikan Madrasah Aliah.






