Palu, Teraskabar.id – Memberdayakan masyarakat bukan hanya sekedar memberikan ikan, bahkan kail sekalipun. Melainkan, hasil dari kail tersebut harus dikawal agar bisa terserap oleh pasar sehingga bisa meningkatkan perekonomian masyarakat.
Prinsip tersebut menjadi metode baku bagi Budiman Jaya Ashari dalam program pemberdayaan masyarakat. Ia berprinsip, ketika mengawal pemberdayaan masyarakat tak boleh parsial. Tapi harus terintegrasi mulai dari perencanaan, aksi di lapangan, produksi hingga pemasaran.
Baca juga: Budiman Jaya Ashari Membagikan Kiat Jadi Koperasi Modern kepada Pengurus Koperasi di Poso
Tanpa pasar yang jelas, bagi Budiman ibarat ada mata rantai yang putus. Dan, ini seringkali luput ketika menerapkan program pemberdayaan ekonomi demi mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat di suatu wilayah.
“Saya bukan pemain baru di pemberdayaan, kami sudah bekerja, sudah bertahun-tahun kami bekerja di pemberdayaan sehingga tahu apa yang harus kami kerjakan,” kata Budiman Jaya Ashari di hadapan sejumlah wartawan usai penyerahan hasil Vermin akhir dokumen Bakal calon anggota DPD RI dan bakal calon anggota DPRD Provinsi Sulteng, Ahad (7/8/2023), di KPU Sulteng.
Baca juga: Polres Tolitoli Bentuk Tim Selidiki Kasus Hilangnya Dokter Faisal
Bakal calon anggota DPD RI Dapil Sulteng ini mencontohkan, ekspor durian beku dari wilayah Parigi Moutong ke salah satu negara eropa menjadi contoh konkrit pemberdayaan masyarakat secara terintegrasi. Warga yang dilibatkan dalam program pemberdayaan ini dibina melalui pelatihan dengan melihat komoditas unggulan pada wilayah yang dimaksud. Lalu, secara bertahap mereka diajarkan manajemen perencanaan hingga prospek pemasaran suatu komoditas.
Sementara dari sisi permodalan, Budiman mengakui, ada salah satu organisasi yang memberi dukungan dana untuk menstimulasi biaya produksi kelompok binaannya. Hanya saja, Budiman tak bersedia mengungkap secara gamblang organisasi penyandang dana tersebut karena pertimbangan tertentu.
Sebaran wilayah pemberdayaannya pun menurut Budiman, menjangkau hampir seluruh wilayah Sulawesi Tengah. Awalnya, kata Budiman, wilayah pemberdayaan hanya difokuskan pada daerah tertentu sebagaimana saran yang dia peroleh dari mitra pelaku pemberdayaan. Namun, ide tersebut tidak ia sahuti karena pertimbangan akan memunculkan sikap diskriminatif.
Baca juga: Memburu Sisa DPO Teroris, Kali Ini Satgas Madago Raya Menyisir Poso Pesisir Selatan
Sehingga, setiap daerah ada kelompok binaan pemberdayaan yang melibatkan warga setempat berdasarkan potensi komoditas di wilayah tersebut. Hal itu menurut Budiman, telah lama ia lakukan guna meningkatkan pendapatan ekonomi masyarakat. Bukan ketika ada hasrat politik berkiprah sebagai senator mewakili rakyat Sulteng, lalu ia terjun di program pemberdayaan.
Sehingga, sinyal dari penyelenggara pemilu yang ditujukan kepada para Bakal calon anggota DPD RI Dapil Sulteng untuk mulai mempersiapkan kuda-kudanya menghadapi Pemilu 2024 usai seluruh Bacalon dinyatakan telah memenuhi syarat hasil verifikasi administrasi akhir, bukan hal yang urgen untuk ia sikapi.
Sebab, jauh sebelum ada sinyal dari KPU Provinsi Sulteng untuk mulai mempersiapkan kuda-kuda bagi Bacalon anggota DPD RI, usai pengumuman hasil vermin akhir, Budiman mengakui memang sudah melaksanakannya di lapangan.
“Jauh sebelum KPU menginstruksikan, kami sudah memperkuat kuda-kuda,” kata Budiman kepada sejumlah awak media usai penyerahan hasil Vermin di KPU Sulteng, Ahad (6/8/2023).
Baca juga: Rangking Sekolah Tinggi Tak Jamin Peserta Lolos SNMPTN
Mengapa sehingga ia mengakui hal itu sudah dilakukannya. Menurutnya, sebagai aktivis yang sudah lama berkecimpung di pemberdayaan, ia sudah merasakan asam garam mendorong peningkatan perekonomian warga.
Namun, ia menginginkan ada penguatan dari sisi lobi hingga ke tingkat pusat melalui senator wakil Sulteng. Menjadi anggota DPD RI bagi Budiman, akan memudahkan perjuangannya meningkatkan kesejahteraan masyarakat .
Sebelumnya, KPU Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) memberikan sinyal kepada Bakal calon anggota DPD RI untuk mulai memasang kuda-kuda menghadapi Pemilu 2024.
Baca juga: Bupati Lutim : PT Vale Andil Dorong Kemandirian Sektor Pertanian
Hal itu disampaikan oleh Plh Ketua KPU Provinsi Sulteng Cristian A. Oruwo sebagai respon apresiasi kepada seluruh Bakal calon anggota DPD RI Dapil Sulteng yang berjumlah 22 orang, telah memenuhi syarat berdasarkan hasil verifikasi administrasi (Vermin) akhir.
“Selamat kepada 22 bakal calon anggota DPD RI Dapil Sulteng karena seluruhnya telah memenuhi syarat hasil vermin akhir, sehingga sekarang sudah bisa pasang kuda-kuda,” kata Cristian saat menyampaikan sambutannya pada pembukaan rapat pelaksanaan penyerahan hasil Vermin akhir dokumen Bakal calon anggota DPD RI dan bakal calon anggota DPRD Provinsi Sulteng, Ahad (7/8/2023), di aula KPU Sulteng. (teraskabar)






