Minggu, 25 Januari 2026
News  

Paskibraka Sulteng 2023, Gadis Yatim Anak Pedagang Pasar Tentena Sukses Tunaikan Tugas sebagai Pembawa Baki

Paskibraka Sulteng 2023, Gadis Yatim Anak Pedagang Pasar Tentena Sukses Tunaikan Tugas sebagai Pembawa Baki 
Sxeira Juliansi Liante. Foto: Istimewa

Palu, Teraskabar.id – Tak banyak yang mengetahui sosok gadis pemegang baki pada upacara penurunan bendera di Hari Ulang Tahun (HUT) ke-78 Kemerdekaan Republik Indonesia tingkat provinsi Sulawesi Tengah tahun 2023.  Pemegang baki tersebut adalah Sxeira Juliansi Liante, siswi kelas X SMA GKST 2 Tentena, Kabupaten Poso.

Ira panggilan akrab Sxeira Juliansi Liante berdomisili di Kelurahan Sangele, Kecamatan Pamona Puselembah, Kabupaten Poso. Gadis kelahiran 1 Juli 2007 ini merupakan anak ketiga dari pasangan suami istri, Yordan Liante dan Nurbaya Mogimpe. Ayah Ira, Yordan Liante, kesehariannya mencari nafkah sebagai tukang potong hewan ternak sapi di Pasar Tentena. Sedangkan ibunya, sudah lama mangkat, sehingga Ira merupakan anak yatim.

Baca jugaWagub Ma’mun Resmi Kukuhkan Anggota Paskibraka Sulteng 2023

Walau anak yatim dan ayahnya hanya seorang pedagang di pasar tradisional di pelosok daerah, tapi tekad dan kesungguhan anak ketiga dari Yordan Liante ini untuk menggapai kesuksesan terus terpatri dalam sanubarinya. Hal itu ia tunjukkan ketika diberi kepercayaan sebagai pembawa baki pada upacara penurunan bendera di HUT ke-78 Kemerdekaan RI, 17 Agustus 2023.

Paskibraka Sulteng 2023, Gadis Yatim Anak Pedagang Pasar Tentena Sukses Tunaikan Tugas sebagai Pembawa Baki 
Sxeira Juliansi Liante pembawa baki pada upacara HUT Kemerdekaan di halaman kantor Gubernur Sulteng. Foto:

Ia bersama rekan-rekannya yang bertugas pada upacara penurunan bendera yang berlangsung di halaman kantor Gubernur Sulteng pada Kamis sore (17/8/2023) yang berlangsung hikmad, sukses melaksanakan tugas.

Baca jugaCalon Paskibraka Tingkat Nasional, Siswa SMK Tolitoli dan SMAN 1 Palu Wakili Sulteng

Keberhasilan Ira menunaikan tugas anggota Paskibraka 2023 sebagai pemegang baki, telah mengharumkan nama sekolah tempat Ira menuntut ilmu. Ada kebanggaan tersendiri bagi pihak SMA GKST 2 Tentena yang berada di pelosok daerah bisa meloloskan siswinya sebagai pemegang baki di momen upacara HUT Kemerdekaan RI di tingkat provinsi. Bahkan, rasa bangga itu juga dirasakan seluruh warga Tentena. Karena selain lolos sebagai pemegang baki, juga sukses melaksanakan tugas bersama rekan-rekannya yang bertugas di Tim Penurunan Bendera di Upacara 17 Agustus tingkat provinsi Sulteng.

Bagi Ira, suskes melaksanakan tugas sebagai pemegang baki setelah sebelumnya terpilih hasil seleksi dari seluruh perwakilan kabupaten/kota Paskibraka tingkat provinsi, makin menguatkan tekadnya untuk meraih cita-citanya sebagai Polwan. Terlahir dari keluarga yang sangat sederhana, bukan menjadi penghalang bagi anak seorang pedagang pasar Tentena ini untuk mengejar mimpinya menjadi seorang Polwan setelah menyelesaikan pendidikannya di bangku SMA.

Baca jugaPasar Murah Ramadan Digelar PT Vale, Harga Sembako Disubsidi

Ayah Ira, Yordan Liante, ditemui media ini, Jumat (18/8/2023), tak bisa menyembunyikan rasa bangganya atas keberhasilan putri ketiganya itu bisa mendapatkan kesempatan di tahun 2023 menjadi pembawa baki di acara Hut RI di kantor Gubernur Sulteng.

Sebagai seorang pedagang daging di pasar pelosok kabupaten, ia tidak pernah membayangkan bisa menghadiri langsung pelaksanaan detik-detik proklamasi 17 Agustus, bersama dengan para pejabat tinggi di provinsi ini. Kehadiran Yordan atas undangan Pemerintah Provinsi Sulteng untuk bisa memberi dukungan sekaligus menyaksikan langsung putrinya mengembang tugas sebagai anggota Paskibraka pada penurunan bendera.

Baca jugaBUMN di Indonesia Minim Talenta Digital

Ada rasa haru dan bangga saat menghadiri acara perayaan HUT ke-78 RI. Ada juga perasaan sedih dan pilu karena mendiang ibu Ira tidak bisa menyaksikan lagi putrinya  meraih kesempatan yang sangat membanggakan keluarga.

Sementara itu, Ira kepada media ini usai upacara  penurunan bendera HUT ke-78  RI menuturkan rasa bahagianya di hari kemerdekaan.Namun, di balik rasa merdeka, ada juga rasa sedih dan rindu yang mendalam untuk mama tercinta, yang tidak bisa menyaksikan momen yang indah ini. (Erny/teraskabar)