Palu, Teraskabar.id – Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Rudy Dewanto mewakili Gubernur Sulawesi Tengah (Sulteng) mengikuti rapat koordinasi Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) bersama Inspektur Jenderal (Irjen) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Tomsi Tohir Balaw, secara virtual dari ruang teleconference kantor gubernur Sulteng, Senin (18/9/2023).
Saat teleconference, Asisten II didampingi Kabag Kebijakan Perekonomian Biro Ekonomi Setdaprov Sulteng, Kabid Perekonomian dan SDA Bappeda Provinsi Sulteng, Kabid Hortikultura Dinas TPH Provinsi Sulteng, Statistisi Muda BPS Perwakilan Sulteng, Polda Sulteng, Perum Bulog, dan Disperindag Provinsi Sulteng.
Baca juga: Pekerja Pasir di Tinggede Sungai Palu Korban Gigitan Buaya
Dalam pengantarnya, Irjen Kemendagri Tomsi Tohir Balaw menyampaikan, berdasarkan data perkembangan kondisi inflasi gabungan kota per-provinsi secara year on year (y-o-y) untuk periode Agustus 2023, terdapat 10 provinsi dengan capaian inflasi tertinggi. Provinsi tersebut adalah, Papua Barat sebesar 4,4 persen, Kalimantan Selatan 4,36 persen, Maluku Utara 4,32 persen, Jawa Timur 4,13 persen, Daerah Istimewa Yogyakarta 4,08 persen, Nusa Tenggara Timur 3,95 persen, Kalimantan Timur 3,82 persen, Kalimantan Barat 3,79 persen, Sulawesi Selatan 3,53 persen dan Sulawesi Tenggara 3,52 persen.
Kemudian, 10 provinsi dengan inflasi terendah yaitu, DKI Jakarta 2,93 persen Nusa Tenggara Barat 2,84 persen, Sulawesi Tengah 2,83 persen, Sumatera Utara 2,78 persen, Aceh 2,39 persen, Papua 2,30 persen, Sulawesi Barat 2,20 persen, Sulawesi Utara 2,06 persen, Gorontalo 2,02 persen, dan Jambi 1,92 persen.
Baca juga: Respon Catatan BPS, Gubernur Sulteng Minta OPD Teknis Kendalikan Harga Beras
“Khusus kepada rekan-rekan kepala daerah yang termasuk dalam 10 daerah inflasi tertinggi tolong untuk melaksanakan upaya-upaya yang lebih maksimal dalam menangani inflasi,” kata Tomsi.
Selanjutnya, Deputi Bidang Statistik, Distribusi dan Jasa BPS RI, Pudji Ismartini menyampaikan bahwa pada 26 September 2023, akan dilaksanakan peringatan Hari Statistik Nasional (HSN) yang bertujuan untuk memaknai peran statistik dalam pembangunan bangsa.
“Tema hari statistik nasional tahun 2023 adalah statistik berkualitas untuk Indonesia maju, yang mengusung semangat dan harapan bahwa BPS akan terus mampu menghasilkan statistik yang berkualitas dalam mendukung Indonesia yang lebih maju,” kata Pudji.






