Palu, Teraskabar.id – Badan Riset Mahasiswa (BRM) Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Tadulako (Untad) menyelenggarakan Focus Grup Discussion (FGD), Kamis (26/10/2023), di Cafe Bintang Jalan Soekarno Hatta, Tondo, Kota Palu, Sulawesi Tengah.
Kegiatan FGD bertema Mahasiswa dan Publikasi Ilmiah Bereputasi tersebut, menghadirkan pemateri yang di luar batas pengalaman sang profesional yaitu, Dr. Ir. Bambang Sardi, S.T., M.T, didampingi oleh mahasiswa berprestasi 1 Untad sekaligus ketua BRM FMIPA Untad, Julfiranto Lamali.
Baca juga: Peluncuran Logo Festival Danau Poso 2022, Gubernur Sulteng : Dilaksanakan dengan Wajah Baru
“Melihat banyaknya tugas akhir mahasiswa yang hanya dibuat untuk meyelesaikan studi dan tanpa memikirkan publikasi, hal ini mendorong FGD ini dilaksanakan,” kata Bambang Sardi melalui keterangan tertulis yang diterima redaksi, Kamis malam (26/10/2023).
Sementara itu, Ketua BRM FMIPA Untad, Julfiranto Lamali menjelaskan, FGD ini merupakan salah satu program kerja dari BRM FMIPA Untad, dan dirangkaikan dengan penutupan LKTIN.
Kegiatan FGD dihadiri oleh masyarakat FMIPA dan ketua lembaga selingkup FMIPA.
“Kegiatan ini didasari oleh minimnya minat masyarakat Indonesia terkait publikasi artikel ilmiah,” ujarnya.
Baca juga: Sulteng Tuntaskan Penyusunan Materi Teknis Muatan Perairan Pesisir
Dilansir dari SCIMAGO INSTITUTIONS RANGKINGS, pada tahun 2019 Indonesia berada pada peringkat 47 dengan jumlah dokumen terpublikasi sebanyak 158.733 dokumen.
Selanjutnya, berdasarkan Nature Index tanggal 30 September 2019, Indonesia berada pada posisi ke-63 dengan jumlah Count sebesar 94, serta share 14.64. Sementara jumlah mahasiswa Indonesia pada tahun 2018 mencapai 7 juta jiwa. Dari FGD ini dapat dipahami keuntungan publikasi internasional yaitu;
Pertama, Terekam permanen dalam sistem pencarian google.
Baca juga: Sulteng Provinsi Ketujuh Serahkan Rencana Zonasi Wilayah Pesisir
Kedua, Berpeluang memperoleh sitasi dari berbagai negara.
Ketiga, Berpeluang memperoleh invitationsebagai reviewerberbagai jurnal dan rating publikasi nasional.
Keempat, Meningkatkan profil riset dan periset tanah air di dunia internasional. Kelima, Berkesempatan memperoleh beasiswa riset internasional. (teraskabar)







