Palu, Teraskabar.id – Tiga remaja terseret arus sungai di Permandian Air Terjun Wera, Kecamatan Dolo Barat, Kabupaten Sigi, Senin (26/2/2024). Seorang korban di antaranya, remaja putri berumur 17 tahun ditemukan meninggal dunia. Sedangkan dua rekannya, remaja putra inisial Nu (18) tahun dan seorang lagi inisial Mu (19) masih dalam pencarian.
Belakangan diketahui, remaja putri yang meninggal dunia korban terseret arus wisata Air Terjun Wera Desa Kaleke adalah siswi kelas XII IPS 2 Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Palu.
“Benar pak (Siswi MAN 2 Palu), info dari Kamad (Kepala Madrasah) nya,” kata Kasubbag Umum dan Humas Kanwil Kemenag Sulteng, Ratna Mutmainnah dikonfirmasi media ini, Selasa (27/2/2024).
Baca juga: Tiga Siswa di Palu Terseret Arus Sungai Permandian Wera Sigi, Seorang Ditemukan Tewas
Berdasarkan informasi yang diterima katanya, korban bersama rekan-rekannya pergi ke lokasi wisata Air Terjun Wera di luar kegiatan sekolah.
“Itu anak-anak katanya izin sama orang tua (mereka), tapi tdk lapor ke pihak sekolah (kegiatannya bukan kegiatan sekolah),” kata Ratna mengutip pernyataan kepala MAN 2 Palu.
Sementara itu, Wakil Kepala MAN 2 Palu, Irham, dikonfirmasi mengenai korban adalah siswi MAN 2 Palu.
“Iya, info yang berkembang seperti itu,” ujarnya melalui pesan Whats App, Selasa (27/2/2024).
Sebelumnya diberitakan, Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Palu Andreas mengatakan, tiga remaja korban terseret arus sungai di Permandian Wera, Desa Kaleke, Kecamatan Dolo Barat, awalnya bersama rekan-rekannya berjumlah 13 orang sedang mandi di lokasi kejadian.
Baca juga: Aliran Air 12 Tingkat, Daya Tarik Tersendiri Air Terjun Saluopa Poso
Saat sedang mandi, debit air terjun tiba tiba meningkat akibat hujan deras di pegunungan.
“Ke tiga korban dan 10 rekannya berusaha menyelamatkan diri namun ketiga korban terseret arus dan 10 selamat,” kata Andreas berdasarkan laporan yang disampaikan Selfiana, rekan korban.
Menurut Andreas, hingga sore hari, Tim SAR gabungan yang terdiri Kantor Pencarian dan Pertolongan Palu, BPBD Sigi, rekan-rekan korban dan masyarakat setempat melakukan pencarian untuk mencari dua korban yang hanyut terseret arus Sungai Air Terjun Wera.
“Hasil sementara masih nihil,” kata Andreas, Senin malam (26/2/2024).
Sementara itu, informasi yang diperoleh media ini dari rekan-rekan korban menyebutkan, bahwa tiga remaja korban terseret arus sungai permandian Air Terjun Wera, adalah siswa siswi IPS 2 Kelas XII MAN 2 Kota Palu, Sulawesi Tengah.
Baca juga: Siswa di Dua Sekolah di Luwuk Banggai Tawuran, 12 Orang Diamankan Polisi
Menurut sumber, ke tiga korban bersama seluruh rekan-rekannya yang berjumlah 13 orang tersebut masih sempat mengikuti upacara awal pekan di sekolah. Saat jam pelajaran sekolah masih berlangsung, 13 siswa siswi tersebut berangkat berombongan ke permandian Air Terjun Wera di Desa Kaleke.
“Masih sempat saya liat kasian teman yang perempuan itu (korban meninggal) ikut upacara tadi sekolah,” ujarnya kepada media ini.
Saat di lokasi wisata permandian Wera, 13 siswa siswi tersebut sempat menikmati panorama Air Terjun Wera yang harus ditempuh dengan menaiki puluhan anak tangga karena lokasinya terletak di atas ketinggian bukit. Beberapa di antaranya ada yang mandi menikmati dinginnya air terjun Wera.
Beberapa jam kemudian, 10 rekan korban berinisiatif turun dari lokasi permandian karena suasana mendung dan mulai gerimis. Sedangkan, ke tiga korban, dua remaja pria dan seorang wanita, tetap bertahan di lokasi permandian.
Namun, ke 10 rekan korban tidak langsung pulang menuju Palu tapi menunggu ke tiga rekan mereka yang masih berada di lokasi permandian yang berada di atas bukit. Beberapa jam kemudian, 10 rekan korban baru mengetahui jika terjadi banjir bandang di lokasi air terjun dan ketiga rekan mereka terseret arus sungai.
Berdasarkan data yang dirilis Kantor Pencarian dan Pertolongan Palu, tiga rekan korban berusia di bawah umur. Sisanya, adalah inisial MF (19) jalan Cempedak Kota Palu, Fa (18) jalan Garuda 1 kos-kosan ibu Zahra, MA (18) jalan Nunumbuka Poboya, AA (18) asal Tinggede, J (18) jalan Tg. Pangimpuan, W (19) asal Kawatuna atas sekitar lokasi TPA, JA (18) domisili Perumahan GRP Tinggede blok E1, Mu (19) warga Jalan Setia Budi (Dalam pencarian) dan Nu (18) warga Jalan Basuki Rahmat (Dalam pencarian). (teraskabar)






