Sigi, Teraskabar.id – Panen perdana padi organik di Desa Walatana, Kecamatan Dolo Selatan, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah (Sulteng), mendapat apresiasi besar dari banyak kalangan khususnya dari PT. Vale Indonesia Tbk. Panen perdana padi organik oleh Karang Taruna Desa Walatana di bawah naungan Badan Usahan Milik Alkhairaat (BUMA) mampu menghasilkan 8 hingga 9 ton padi.
Capaian tersebut berkat kerjasama antara Pengurus Besar Alkhairaat melalui Badan Usahan Milik Alkhairaat (BUMA) dengan PT. Vale Indonesia Tbk melalui program Pengembangan dan Pengembangan Masyarakat dalam menjalankan program sosial. Dan, salah satu implementasi program PPM adalah program Pertanian Sehat Ramah Lingkungan Berkelanjutan (PSRLB) melalui metode System of Rice Intensification (SRI) Organik PT Vale.
Baca juga: Warga Walatana Sigi Diamankan Polisi karena Miliki 17 Paket Sabu
Yusuf Suharso selaku perwakilan dari PT. Vale mengakui, hasil produksi program padi organik yang diolah oleh Karang Taruna Desa Walatana sungguh luar biasa. Menurutnya, produksi rata-rata padi menggunakan metode non organic atau menggunakan pestisida, untuk lahan seluas satu hektare, biasanya hanya menghasilkan 5 ton padi. Namun, produksi padi Karang Taruna Desa Walatana ini bisa mencapai 8 hingga 9 ton padi.
“Saya sendiri tidak menyangka produksi padi organik yang diolah karang taruna Desa Walatana di luar dugaan,” kata Yusuf saat panen perdana padi organic di Desa Walatana Sigi, Rabu (6/3/2024).
Capaian ini lanjutnya, selain pendampingan yang dilakukan oleh tim PPM PT Vale, juga tak lepas dari doa ketua utama PB Alkhairaat dan masyarakat yang selalu cinta kepada Habib Alwi.
Baca juga: Lahan Alkhairaat di Walatana Sigi Siap Dijadikan Lokasi Riset Pangan Organik
Terkait pengembangan pangan organik khususnya padi kata Yusuf, pihaknya juga telah melakukan pendampingan di salah daerah di Makassar dan Bali. Akan tetapi di dua wilayah tersebut menurutnya, lima kali pengolahan baru dapat jenis padi seperti yang dihasilkan di Desa Walatana. Metodes SRI Organik PT Vale, bukan hanya padi organic, tetapi sudah berkembang ke program pertanian organik lainnya seperti komoditas sayur, bahkan sudah merambah ke budidaya tanaman herbal organic.
“Kalau di Desa Walatana hanya satu kali olahan saja dan sudah menghasilkan produksi padi yang luar biasa, dan jenis padinya pun premium, sama dengan yang di Bali,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan, bahwa tugas dan amanah yang telah dibangun dan di sepakati bersama Alkhairaat telah selesai dalam membangun ekonomi kerakyatan di Desa Walatana.
Baca juga: Binaan PT Vale, Petani Panen Raya SRI Organik di Desa Kolono Morowali
Sehingga, ia menitip amanah pada masyarakat Desa Walatana khususnya kelompok tani karang taruna, untuk terus bangkit dan mengembangkan ilmunya yang sudah diperoleh.
“Pengemban organik ini tidak hanya di sektor pertanian saja, juga bisa dikembangkan pada ternak dan lainnya,”pesan Yusuf Suharso.
Diketahui saat ini, padi organik yang dihasilkan telah diproduksi dalam kemasan dan pemasarannya untuk sementara ini masih terbatas. (teraskabar)







