Minggu, 25 Januari 2026

Demo Pro-Palestina Makin Meluas ke Perguruan Tinggi AS

Demo Pro-Palestina Makin Meluas ke Perguruan Tinggi AS
Pendemo pro-Palestina di kampus universitas di Amerika Serikat ditangkap pihak kepolisian, Selasa (23/4/2024). Foto: AlqudsN

Amerika Serikat, Teraskabar.id – Demonstrasi menentang agresi Israel ke Jalur Gaza semakin meluas di kalangan masyarakat Amerika Serikat. Baru-baru ini aksi demonstrasi pro-Palestina semakin meluas di Negeri Paman Sam tersebut, khususnya di perguruan-perguruan tinggi.

Yang terbaru, demonstran memenuhi jalanan  Brooklyn, New York, pada Selasa (23/4/2024), menuntut agresi Israel di Gaza segera berakhir. Protes pro-Palestina yang telah berlangsung selama beberapa pekan itu terus meluas hingga diikuti oleh ratusan mahasiswa dan dosen dari berbagai latar belakang termasuk umat Yahudi dan Muslim. Mahasiswa dan demonstran ramai-ramai membangun tenda dan kamp di jalanan dan kompleks kampus mereka.

Baca jugaKorban Tewas Tertembak saat Demo di Parimo, Keluarga: Aldi Hanya Nonton

“Tidak ada universitas yang tersisa di Gaza. Jadi kami memilih untuk merebut kembali universitas kami untuk rakyat Palestina,” kata Soph Askanase, seorang mahasiswa Yahudi Columbia yang ditangkap dan diskors karena melakukan protes.

Perguruan-perguruan tinggi di AS memberikan tindakan disiplin yang lebih keras kepada pengunjuk rasa pro-Palestina di kampus, dengan alasan “masalah keamanan”, karena beberapa mahasiswa Yahudi mengatakan kritik terhadap Israel telah mengarah ke anti-Semitisme.

Perdebatan sengit dan saling menghina antara demonstran pro-Palestina dan pro-Israel telah terjadi, khususnya di jalan-jalan sekitar Universitas Columbia di New York City.

“Anti-Semitisme, Islamofobia dan rasisme, khususnya rasisme terhadap orang Arab dan Palestina semuanya berasal dari satu kesatuan,” kata Soph Askanase.

Baca jugaKapolri Terjunkan Propam Usut Oknum Polisi Tembak Mati Demonstran di Sulteng

Mahasiswa lain menyalahkan administrator universitas karena gagal melindungi hak mereka untuk melakukan protes dan membela hak asasi manusia.

“Sebagai seorang pelajar Palestina, saya juga merasa tidak aman selama enam bulan terakhir, dan itu adalah akibat langsung dari pernyataan sepihak dan kelambanan tindakan Kolombia,” kata Mahmoud Khalil, seorang  mahasiswa Palestina di Universitas Columbia seperti dikutip Reuters.

  Lindungi Anak dari Konten Negatif, Telkomsel Luncurkan ProtekSi Kecil

Akibat protes yang terus meluas, otoritas AS mulai menahan sejumlah warga yang menolak dibubarkan. Aksi yang diikuti dari kalangan akademisi tersebut merupakan buntut dari beberapa peristiwa pembungkaman pendapat mahasiswa.

Hingga kini, belum ada tanggapan lebih lanjut dari pihak kampus maupun Gedung Putih.

Walaupun beberapa dari demonstran sudah ada yang tertangkap, namun mereka masih tetap berusaha bertahan melakukan protes. Bahkan, tak sedikit dari demonstran yang mendirikan tenda di tempat aksi karena enggan beranjak dari tempat nya.

Amnesty International Mengutuk Pembukaman Kampus

Sementara itu, Amnesty International mengutuk perlakuan etnis dan penindasan terhadap massa aksi protes yang mendukung hak-hak Palestina di universitas-universitas Amerika, dan menekankan bahwa protes terhadap apa yang dilakukan di Gaza telah menjadi perhatian yang serius.

Dia mengatakan dalam sebuah pernyataan, pada Rabu malam )24/4/2024), bahwa aksi protes yang mengecam perang Israel di Jalur Gaza dan mendukung hak-hak Palestina secara umum di kampus-kampus beberapa universitas ditanggapi dengan tanggapan rasis dan menindas oleh pihak toritas kampus.

Dia menjelaskan bahwa praktik-praktik ini bertentangan dengan kebutuhan universitas untuk memfasilitasi dan melindungi hak mahasiswanya untuk melakukan aksi protes.

Baca jugaAmerika Serikat Berikan Lampu Hijau untuk Mengirim Peralatan Militer ke Israel

Dia menambahkan: “Administrasi universitas melakukan upaya besar untuk menekan mereka (protes), bahkan melibatkan otoritas lokal dan menuntut penangkapan, sambil memberhentikan mahasiswa yang ikut serta dalam aksi damai dari pekerjaan.

Pernyataan organisasi hak asasi manusia tersebut muncul untuk mengecam posisi administrasi beberapa universitas terkemuka di Amerika Serikat, yang dipimpin oleh Kolombia dan Texas, dan penggunaan aparat kepolisian untuk membubarkan aksi protes pro Palestina dan menangkap sejumlah mahasiswa yang ikut aksi tersebut.

  Tanggapi Laporan Tak Akurat, Qatar Tegaskan Komitmen Mendukung Palestina

Oleh karena itu, Amnesty International mendesak administrasi universitas di Amerika Serikat untuk melindungi dan memfasilitasi hak semua mahasiswa untuk melakukan protes secara damai dan aman.

Pada hari Rabu (24/4/2024), aksi protes mahasiswa yang mengecam perang Israel di Gaza menyebar ke sejumlah universitas di Amerika Serikat, termasuk Brown University di Rhode Island (timur) dan California Selatan (barat), setelah pecah di Universitas Columbia di New York City, Sabtu lalu.

Pada tanggal 18 April, mahasiswa pro-Palestina di Universitas Columbia di Amerika Serikat mulai melakukan aksi duduk di taman kampus untuk memprotes investasi keuangan universitas yang berkelanjutan pada perusahaan-perusahaan yang mendukung pendudukan Palestina dan genosida di Gaza, di mana 108 mahasiswa ditangkap selama demonstrasi. (teraskabar)