Sabtu, 24 Januari 2026

Seluruh Korban Tanah Longsor di Desa Tirtanagaya Parimo Ditemukan

Seluruh Korban Tanah Longsor di Desa Tirtanagaya Parimo Ditemukan

Parimo, Teraskabar.id – Tim SAR gabungan berhasil mengevakuasi empat jenazah korban bencana tanah longsor di wilayah hutan Desa Tirtanagaya, Kecamatan Bolano, Kabupaten Parigi Moutong (Parimo) di hari keempat pencarian, Rabu (25/6/2025), setelah jelang sore hari berhasil ditemukan dua jenzah lainnya.

Sebelum penemuan dua jenazah ini, Tim SAR gabungan telah mengevakuasi Riska Jumi (26) dan Subran alias Latif (52). Sehingga, tersisa dua korban yang belum ditemukan yaitu Safrudin E. Manjalai (L/36) dan  Rapi (L/14).

“Syukur alamdulillah dua jenazah tersisa ditemukan sehingga total 7 korban longsor seluruhnya telah ditemukan oleh Tim SAR gabungan,” kata Kepala BPBD Provinsi Sulteng Akris Fattah melalui telepon, Rabu malam (25/06/2025).

Saat ini korban sementara dalam perjalanan  menuju posko yang diperkirakan berjarak 20 kilometer dari dari lokasi kejadian. Diperkirakan pukul 24.00 Wita tiba di posko.

Rencananya, besok akan dilaksanakan apel penutupan operasi pencarian korban setelah seluruh korban telah ditemukan oleh Tim SAR Gabungan. Pelaksanaan operasi SAR melibatkan sejumlah unsur gabungan dari berbagai instansi, antara lain Basarnas, Brimob, Polres Parimo, Polsek Tomini, TNI AD, BPBD Kabupaten Parigi Moutong, BPBD Provinsi Sulteng, Tagana, Dinas Kesehatan, aparat Kecamatan Bolano Lambunu, dan masyarakat setempat.

Sebelumnya, operasi pencarian dan pertolongan terhadap korban bencana tanah longsor di wilayah hutan Desa Tirtanagaya, Kecamatan Bolano, Kabupaten Parimo pada pencarian hari keempat, Rabu (25/6/2025), kembali menemukan satu korban bencana alam tanah longsor. Korban atas nama Riska Jumi (26) ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Rabu (25/6/2025) pukul 14.00 Wita.

Dengan demikian, dalam sehari, sudah dua korban berhasil dievakuasi setelah sebelumnya Tim SAR Gabungan menemukan  satu korban  atas nama Subran alias Latif (52) dalam kondisi meninggal dunia pada Rabu (25/6/2025) pukul 08.00 Wita pada titik koordinat 0°35’57.26″N – 120°52’52.44″E.

  KPU Parimo Sebut Jumlah TPS Pemilihan Suara Ulang Bertambah

Dengan ditemukannya korban Subran, maka hingga hari keempat pelaksanaan operasi SAR tercatat lima orang korban telah ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, yakni Sahrat (L/43), Ijal (L/28), Arun (L/17), Subran (L/52), Riska Jumi (P/26).

Sementara itu, pencarian masih terus dilakukan terhadap tiga korban yang masih dinyatakan hilang, yaitu Safrudin E. Manjalai (L/36) dan  Rapi (L/14).

Sejumlah alat utama dan peralatan SAR turut dikerahkan dalam mendukung kelancaran pencarian, seperti rescue car, APV, truck personel, motor trail, peralatan navigasi, ekstrikasi, dan unit ekskavator untuk membuka akses dan melakukan pencarian di titik-titik rawan. (red/teraskabar)