Jumat, 29 Mei 2026

Jam Operasional Listrik Kepulauan Bertambah, IBR Morowali Sebut Sesuai Janji Kampanye

jam operasional listrik kepulauan bertambah ibr morowali sebut sesuai janji kampanye
Bupati Morowali, Iksan Baharudin Abdul Rauf bersama Ketua IBR Morowali, Asfar. Foto: Istimewa.

Morowali, Teraskabar.id – Peningkatan jam operasional listrik kepulauan di Kecamatan Bungku Selatan, Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah, mulai mendapat apresiasi. Penambahan jam operasional pelayanan listrik dari sebelumnya 12 jam menjadi 18 jam per hari itu dinilai menjadi langkah nyata dalam memenuhi kebutuhan dasar masyarakat di wilayah kepulauan.

Bupati Morowali, Iksan Baharudin Abdul Rauf menghadiri langsung peresmian peningkatan jam operasional pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD) di Pulau Paku, Selasa (26/5/2026). Dalam kesempatan tersebut, ia menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk terus memperjuangkan pelayanan listrik hingga 24 jam penuh.

“Alhamdulillah saat ini sudah ada peningkatan pelayanan listrik dari sebelumnya 12 jam menjadi 18 jam. Ini tentu menjadi langkah awal yang baik, dan ke depan kami berharap pelayanan listrik di wilayah kepulauan bisa meningkat hingga 24 jam,” ujar Iksan.

Menurutnya, pemerintah daerah terus membangun sinergi dengan berbagai pihak agar pemerataan pembangunan tidak hanya terpusat di wilayah daratan. Karena itu, Pemkab Morowali juga memberikan perhatian serius terhadap kebutuhan masyarakat di kawasan kepulauan.

“Kami ingin memastikan masyarakat di kepulauan juga mendapatkan pelayanan yang layak. Karena itu pemerintah daerah terus bersinergi dan memperhatikan kebutuhan masyarakat, baik di daratan maupun wilayah kepulauan,” katanya.

Jam Operasional Listrik Kepulauan Bertambah akan Berdampak Baik bagi Masyarakat

Penambahan jam operasional listrik kepulauan tersebut langsung mendapat dukungan. Salah satunya datang dari Ketua IBR Morowali, Asfar yang menilai langkah pemerintah daerah sejalan dengan komitmen politik saat masa kampanye.

“Saya mengapresiasi kinerja Bupati dalam hal urusan listrik di wilayah kepulauan. Ini sesuai dengan janji politik saat kampanye,” ujarnya, Kamis (28/5/2026).

Selain itu, Asfar menilai peningkatan pelayanan listrik membawa dampak besar terhadap aktivitas masyarakat. Sebab, warga kini memiliki waktu lebih panjang untuk menjalankan usaha, belajar, hingga mengakses pelayanan publik pada malam hari.

  Lantik Sembilan Pejabat Tinggi Pratama, Bupati Poso: Promosi Jabatan Jangan Diartikan Negatif

Di sisi lain, masyarakat Pulau tentu juga berharap pemerintah daerah dapat terus memperjuangkan layanan listrik selama 24 jam penuh. Harapan tersebut muncul karena kebutuhan listrik terus meningkat seiring bertambahnya aktivitas ekonomi warga.

Peningkatan jam operasional listrik kepulauan tidak hanya berdampak pada kebutuhan rumah tangga. Kebijakan itu juga diyakini mampu memperkuat pertumbuhan ekonomi masyarakat di wilayah Bungku Selatan.

Selanjutnya, pelayanan pendidikan dan kesehatan juga diperkirakan akan semakin maksimal. Sebab, fasilitas umum dapat beroperasi lebih optimal dengan dukungan pasokan listrik yang lebih stabil.

Pemerintah Kabupaten Morowali pun terus berupaya dengan kerjasama pihak terkait, agar jam operasional listrik kepulauan dapat meningkat secara bertahap hingga mencapai pelayanan penuh selama 24 jam. Dengan begitu, masyarakat di wilayah kepulauan dapat memperoleh pelayanan yang setara dengan kawasan daratan. (G)