Tolitoli, Teraskabar.id– Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Tolitoli mengalokasikan belanja internet sebesar Rp240 juta pada tahun 2026. Terungkap bahwa alokasi anggaran tersebut terbagi kepada PT Triple Zhi Network (TZN) dan PT Icon Plus masing – masing terima Rp120 juta.
“Yang kita terima pak sebesar Rp 120 juta dalam satu tahun, sedangkan sisanya diterima vendor lain,” kata Ari Yudistira selaku direktur PT TZN kepada wartawan, Rabu (8/7/2026).
Ia menepis adanya kabar kalau belanja internet di Dinkes Tolitoli dengan keseluruhan anggaran senilai Rp240 juta itu dialokasikan keseluruhannya untuk PT TZN selaku vendor penyedia layanan internet atau Internet Service Provider (ISP).
“Kami pasang ISP di Dinkes ada 10 titik layanan reguler dan dua titik layanan bunding alias gratis, sementara per titik nilainya Rp1 juta perbulan, sehingga setahun Rp120 juta,” terang Ari Yudistira.
Kapasitas layanan internet yang diberikan berdasarkan kontrak yang tersedia diterima pihak Dinkes Tolitoli dari PT TZN satu titik kecepatan internet 100 Mbps setara dengan kecepatan unduh 12,5 Megabyte per detik.
“Kecepatan ini mampu menangani beberapa aktivitas berat sekaligus, seperti streaming video 4K bermain game online dan panggilan video tanpa hambatan,” jelas Ari Yudistira.
Sebagai penyedia jasa internet, ia berjanji akan memberikan layanan terbaik sesuai standar dan kewajiban yang telah diatur dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Tolitoli.
Belanja Internet di Dinkes Tolitoli Dibagi untuk 2 Vendor
Sementara Kepala Dinas (Kadinkes) Kabupaten Tolitoli, Moh Nasir Dg Marumu, menyatakan, layanan internet yang disediakan pihak PT TZN di kantor dinilai telah maksimal jika dibanding layanan internet tahun sebelumnya.
“Nanti sekarang saya merasa puas dengan layanan internet ini, kalau tahun lalu saya cuma pake data padahal ada jaringan internet yang dipasang di kantor ini,” kata Kadinkes yang ditemui di ruangannya, Rabu (8/7/2026).
Dia menjelaskan, biaya internet yang tersedia sebesar Rp 240 juta di Dinkes Tolitoli bukan hanya diperuntukkan bagi dinas yang dipimpinnya, namun juga dibelanjakan untuk layanan internet di Rumah Sakit Desa Malala Kecamatan Dondo Kabupaten Tolitoli.
“Kebutuhan internet di Dinkes dan di Rumah Sakit milik Pemda di Desa Malala sangat membutuhkan layanan internet kapasitas yang cepat, makanya mahal,” terang Kadis Kesehatan itu.
Layanan internet di Rumah Sakit milik Pemda di Malala memiliki kapasitas yang sama dengan layanan internet yang tersedia di Dinas Kesehatan yaitu masing – masing berjumlah 10 titik dengan tagihan per titik per bulan sebesar Rp 1 Juta.
” Tidak ada anggaran yang digelembungkan pak, semua telah sesuai kontrak perjanjian kerja sama yang dilakukan bersama vendor, kalau di Malala vendornya PT Icon Plus anak perusahaan PLN,” katanya. (ram)






