Palu, Teraskabar.id – Serapan Kredit Usaha Rakyat atau KUR BRI selang setahun (2021-2022) tergolong rendah karena baru mencapai Rp2,5 triliun. Sementara plafon kerjasama antara Pemerintahan Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) dengan BRI Cabang Manado serta Sulteng menyiapkan Rp5 triliun.
Menggenjot pencapaian serapan KUR BRI yang tergolong rendah tersebut, Gubernur Sulteng Rusdy Mastura mengeluarkan surat kepada bupati/wali kota dan pimpinan OPD.
Baca juga : Gubernur Sulteng Akui Sangat Banyak Masyarakat Miskin di Donggala
Surat tertanggal 2 Juni 2022 dengan nomor 581/163/Tu Pim itu ditekankan pendampingan dan rekomendasi kepada masyarakat yang mengajukan KUR di BRI. Isi surat gubernur sangat tegas. Semua kepala daerah dan OPD memanfaatkan fasilitas KUR, memberikan rekomendasi dan pendampingan.
Alasan gubernur mengeluarkan surat penegasan itu karena hasil evaluasi dan penyampaian keluhan warga langsung ke gubernur, kemudahan fasilitas KUR.
Ke dua, Rusdy Mastura mengingatkan kepada kepala daerah kabupaten/kota dan OPD bahwa fasilitas KUR adalah wujud MoU antara Pemprov dan CEO PT BRI Cabang Manado.
Baca juga : Penyaluran KUR untuk PEN di Bank Mandiri Poso Tetap Mengedepankan Prokes
Diketahui, Gubernur Rusdy Mastura sukses menurunkan angka kemiskinan Sulteng satu digit, selang enam bulan menjabat. Terobosan awal digandeng BRI fasilitas KUR untuk ‘mengguyur’ modal pada UMKM. Tak tanggung-tanggung diteken Rp5 triliun disiapkan.
‘’Saya tegaskan agar bupati dan wali kota memberikan rekomendasi dan pendampingan pada pelaku usaha UMKM di wilayahnya. Permudah dan dampingi. Monitor terus sampai di mana apa kendalanya. Laporkan saya kalau ada bunga di atas 3 persen. Ini sangat jitu menurunkan angka kemiskinan karena menjadi daya ungkit pertumbuhan ekonomi masyarakat secara riel,’’ tegas gubernur kepada wartawan.
Baca juga : Pelaku Penipuan BRI Link, Pernah Beraksi di Jakarta Ditangkap di Parimo






