Selasa, 29 September 2026

Karcis Bola Kaki Berani Cup di Salumpaga Tolitoli Disebut Pungli, Tanpa Vorporasi

Karcis Bola Kaki Berani Cup di Salumpaga Tolitoli Disebut Pungli, Tanpa Vorporasi
Lokasi pertandingan sepak bola Berani Cup di Desa Salumpaga, Tolitoli. Foto: Ramlan

Tolitolit, Teraskabar.id – Pertandingan bola kaki piala gubernur Sulteng Berani Cup di Desa Salumpaga, Kecamatan Tolitoli Utara, Kabupaten Tolitoli, Sulawesi Tengah, dikeluhkan warga. Iven bola kaki di wilayah itu dinilai ilegal tanpa karcis vorporasi.

” Kegiatan bola kaki di desa Salumpaga ini diduga pungli, warga umum bayar Rp50 ribu per rumah tangga, belum lagi penonton lain per orang Rp5000,” keluh salah seorang tokoh masyarakat yang enggan disebutkan namanya kepada media ini.

Pertandingan bola kaki perebutan Piala Gubernur Berani Cup di Desa Salumpaga menurutnya sebaiknya diberlakukan gratis alias tak dipungut bayaran kepada masyarakat setempat, disebabkan banyaknya sumbangan dari Pemerintah Daerah (Pemda) dan Pemerintah Provinsi Sulteng.

” Bantuan Gubernur Anwar Hafid pada pertandingan bola kaki Rp100 juta, Bupati Tolitoli H. Amran Rp20 juta, Wakil Bupati Moh. Besar Bantilan Rp10 juta, Bank Sulteng Rp30 juta, meskinya warga tidak beli karcis,” sebut warga di Salumpaga itu.

Ia menambahkan, para UMKM yang ingin berjualan di dalam area pertandingan, diwajibkan membayar retribusi sebesar Rp300 Ribu. Selain itu, wajib membayar iuran lampu setiap hari selama pelaksanaan pertandingan sebesar Rp5000 per hari. Jumlah pelaku UMKM yang telah mendaftar sebanyak 15 hingga 20 orang.

Sebagaimana diketahui, pelaksanaan pertandingan bola kaki yang dilaksanakan di wilayah Salumpaga berbeda dengan kegiatan bola kaki di Kabupaten Buol, padahal sama Piala Gubernur.

” Di buol pentononnya gratis, di Salumpaga bayar, padahal sama perebutan Piala Gubernur Berani Cup,” tuturnya.

Karcis Bola Kaki Berani Cup Dikeluhkan

Menanggapi keluhan warga di Salumpaga, Camat Tolitoli Utara, Zulfahri Kumai, membenarkan adanya penggunaan karcis kepada setiap penonton, namun dirinya tak mengetahui jika pungutan melalui karcis yang jual ada vorporasi.

  Tinjau Sungai Lembe Tolitoli, Gubernur Sulteng: Harus Atasi Akar Masalahnya

” Betul ada karcis, tetapi saya tidak tau kalau karcisnya ada vorporasi,” tutup Camat Tolitoli Utara.

Sementara itu, Kaban Pendapatan Daerah Kabupaten Tolitoli, Sardono, S.Ip., yang dimintai penjelasan menyatakan bahwa kegiatan bola kaki yang dilaksanakan di desa tersebut telah diberikan rekomendasi, kemudian karcis yang disetujui dengan vorporasi kini hanya 400 lembar diserahkan kepada panitia pertandingan bola kaki di desa itu.

” Yang punya vorporasi cuma empat blok karcis, nilainya Rp10 ribu per lembar, dan sampai sekarang belum ada perkembangannya dari pihak panitia,” tegas Sardono.

Ia berjanji akan menindak lanjuti pendapatan daerah yang berhubungan dengan penggunaan karcis vorporasi pada pertandingan bola kaki di Desa Salumpaga.

” Nanti saya hubungi KUPT bagian pendapatan di Kecamatan Tolut, sejauh mana tindak lanjutnya vorporasi tersebut,” katanya. (ram)