Selasa, 29 September 2026
Home, News  

Pemkot Palu Ziarah dan Tabur Bunga Kenang Korban Bencana 28 September 2018

Pemkot Palu Ziarah dan Tabur Bunga Kenang Korban Bencana 28 September 2018

Palu, Teraskabar.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Palu melaksanakan ziarah dan tabur bunga untuk mengenang para korban bencana alam gempa bumi, tsunami, dan likuefaksi yang terjadi pada 28 September 2018 silam.

Kegiatan yang berlangsung pada Senin (28/9/2026) tersebut dilaksanakan di sejumlah titik terdampak bencana di Kota Palu, yakni Kelurahan Besusu Barat, Kecamatan Palu Timur; Kelurahan Balaroa, Kecamatan Palu Barat; Kelurahan Petobo, Kecamatan Palu Selatan; serta Kelurahan Poboya, Kecamatan Mantikulore.

Ziarah dan tabur bunga dipimpin langsung oleh Wali Kota Palu, H. Hadianto Rasyid, S.E., bersama Wakil Wali Kota Palu, Imelda Liliana Muhidin, S.E., M.A.P.

Kegiatan tersebut dilaksanakan usai Salat Subuh berjamaah dan diikuti jajaran Pemerintah Kota Palu.

Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota Hadianto Rasyid menyampaikan bahwa kegiatan ziarah dan tabur bunga bukan sekadar mengenang peristiwa bencana, tetapi juga menjadi momentum untuk kembali merenungkan kebesaran Allah SWT serta mendoakan para korban yang telah berpulang.

Wali kota menyampaikan bahwa terdapat hikmah yang begitu luar biasa dari peristiwa bencana yang terjadi delapan tahun silam.

Salah satu wilayah yang menjadi lokasi ziarah, kata wali kota, merupakan kawasan yang mengalami likuefaksi dengan luasan sekitar 190 hektare.

“Hari ini kita bersama-sama berkumpul di tempat ini untuk mengenang kembali kejadian tersebut. Kita juga bersama-sama berdoa dan bermunajat kepada Allah SWT,” ujar wali kota.

Wali kota mengajak seluruh pihak untuk menundukkan hati dan perasaan seraya mendoakan para korban bencana yang telah meninggal dunia.

“Marilah kita bersama-sama menundukkan hati dan perasaan kita, mendoakan saudara-saudara kita yang ada di tempat ini. Semoga insyaallah Allah SWT memberikan rahmat-Nya yang seluas-luasnya kepada mereka, karena mereka sekarang ini adalah yang dekat dengan Allah SWT,” ungkap wali kota.

  BPR Sulawesi Mitra Abadi Temui Wali Kota Palu, Jajaki Sinergi Kredit Super Mikro Bunga 0%

Menurut wali kota, peristiwa tersebut juga menjadi pengingat bagi seluruh manusia bahwa pada akhirnya setiap orang akan kembali kepada Allah SWT.

Karena itu, waktu yang diberikan selama hidup hendaknya dimanfaatkan untuk melakukan hal-hal yang baik dan memberikan manfaat bagi sesama.

“Semua kita akan kembali kepada Allah SWT. Olehnya, manfaatkan waktu ini dengan sebaik-baiknya untuk kita meninggalkan amal-amal yang baik,” kata wali kota.

Khusus kepada jajaran Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota Palu, wali kota mengingatkan agar momentum tersebut menjadi refleksi untuk meningkatkan pengabdian dan menjalankan tugas dengan sebaik-baiknya.

Wali kota mengajak seluruh kepala perangkat daerah, kepala badan, camat, hingga lurah untuk bekerja secara sungguh-sungguh dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

“Sebagai pegawai, para kepala dinas, kepala badan, camat dan lurah, marilah kita bekerja dengan sebaik-baiknya, mumpung kita ada waktu,” ujar wali kota.

Wali kota juga mengajak seluruh jajaran Pemkot Palu untuk memperbaiki niat, menyusun rencana, serta memperjelas tujuan dalam menjalankan tugas sebagai ASN.

Menurut wali kota, seluruh pekerjaan dan pengabdian hendaknya diniatkan untuk membawa kebaikan bagi Kota Palu.

“Insyaallah Allah SWT menyatakan, barang siapa yang berniat berhijrah untuk hal yang baik kepada Allah dan Rasul-Nya, maka dia akan mendapatkan kebaikan yang luas dan lapang. Olehnya, mari kita perbaiki niat, rencana, dan tujuan kita sebagai ASN, bahwa kita bekerja untuk kebaikan Kota ini,” pungkas wali kota.

Ziarah dan tabur bunga tersebut menjadi salah satu bentuk penghormatan Pemerintah Kota Palu kepada para korban bencana 28 September 2018 sekaligus menjadi momentum refleksi bersama untuk terus memperkuat semangat kebersamaan, kepedulian, dan pembangunan Kota Palu yang lebih baik ke depan. (red)

  Bantuan Modal Usaha, Hadianto: Pelaku UMKM Harus Jemput Bola