Palu, Teraskabar.id– Hari ini, Rabu (20/7/2022), Jembatan IV Palu, Sulawesi Tengah (Sulteng) mulai dibangun ulang setelah rubuh dihantam gempa dan tsunami 28 September 2018.
Pembangunan ulang jembatan yang dulunya jadi ikon kebanggaan warga Kota Palu dan sekitarnya itu ditandai dengan ground breaking pembangunan oleh Gubernur Sulteng Rusdy Mastura.
Baca juga : Pekan Depan Pembangunan Ulang Jembatan Palu IV, Posisi Lengkungannya Berubah
Kegiatan tersebut dihadiri Dirjen Pembiayan Infrastruktur PUPR , Dr. Ir. Heri Tri Saputro, Ketua Satgas Bencana PUPR , Dr. Arie Sutiadi, Wali Kota Palu, Hadianto, Duta Besar Jepang untuk Indonesia hadir melalui zoom, Pimpinan JICA , Mr. Yasui Takehiro.
Ketua Satgas Penanggulangan Bencana Sulteng, Arie Sutiadi pada kesempatan tersebut menyampaikan, pembangunan Jembatan IV Palu sebagai pengganti jembatan sebelumnya yang hancur akibat bencana.
Baca juga : BNPB Pusat Batal Hadir, Bupati Tolitoli Akhirnya Ambil Alih Peresmian Jembatan Tinigi
Jembatan yang dibangun terkoneksi dengan Jalan Lingkar Palu dan akan menjadi jalur logistik, jalan wisata dan memiliki kontruksi yang mampu meredam bencana.
Menurutnya, rencana pembangunan kembali Jembatan IV Palu sudah dilaksanakan penandatanganan kesepakatan Hibah dengan JICA tahun 2019, tetapi terkendala persiapan teknis dan lokasi pembangunan.
Adapun biaya pembangunan kontruksi jembatan tersebut sebesar 2,5 Juta Yen. Panjang bentang jembatan 2,5 kilometer dengan masa pelaksanaan mulai 31 Juni 2022 hingga 30 Juni 2024 atau 24 bulan.
Baca juga :Jalur Trans Sulawesi di Tolitoli Bisa Dilalui Kendaraan Jelang Puasa
Jembatan IV Palu dikategorikan jembatan khusus sehingga perencanaannya atau desain harus mendapat persetujuan dari Menteri PUPR.
Gubernur Sulteng H. Rusdy Mastura menyampaikan, sebelumnya sangat khawatir tidak akan secepat ini bisa dibangun Jembatan IV Palu. Alasannya, karena ketersediaan anggaran untuk pembangunannya.
“Pembangunan Jembatan IV Palu ini begitu susahnya dibangun karena ketersediaan anggaran karena saya memberanikan diri membangun jembatan ini,” kata Cudi, panggilan akrab gubernur.
Baca juga : Distribusi Bantuan Korban Banjir Tolitoli Melalui Jalur Laut
Ia sangat berterimakasih atas bantuan Negara Jepang, bantuan Presiden RI dan bantuan PUPR sehingga pembangunan jembatan ini bisa dimulai saat ini.
Setelah dilantik menjadi gubernur, menurut Cudi, dirinya langsung menanyakan apa kendala dalam pemulihan dampak bencana.
Mendapat laporan ketersediaan lahan untuk pembangunan Huntap dan jembatan ini, sehingga saya langsung putuskan untuk membantu pembebasan lahan untuk Kota Palu, Sigi dan Donggala sebesar Rp 62 Miliar. (teraskabar)






