Sabtu, 2 Mei 2026
Ekbis  

Cabai Rawit Menutup Akhir 2023 Sebagai Penyumbang Tertinggi Inflasi Kota Palu

Cabai Rawit Menutup Akhir 2023 Sebagai Penyumbang Tertinggi Inflasi Kota Palu
Kepala BPS Kota Palu G. A. Nasser pada press release Perkembangan Indeks Harga, Transportasi, Hotel dan IPM Kota Palu, Selasa (2/1/2024) melalui zoom meeting. Foto: Screenshoot

Palu, Teraskabar.id – Kota Palu menutup akhir Desember 2023 dengan inflasi bulanan sebesar 0,13 persen. Sementara di sisi lain, inflasi nasional sebesar 0,41 persen, serta inflasi gabungan Kota Palu dan Luwuk sebesar 0,22 persen.

“Bila melihat inflasi khusus untuk kota Palu dibandingkan nasional, serta gabungan kota Palu dan luwuk, nampak bahwa inflasi Kota Palu lebih rendah dibandingkan dengan inflasi nasional maupun inflasi gabungan kota Palu dan Luwuk,” kata Kepala BPS Kota Palu G. A. Nasser mengawali paparannya pada press release Perkembangan Indeks Harga, Transportasi, Hotel dan IPM Kota Palu, Selasa (2/1/2024) melalui zoom meeting.

Baca jugaCabai Rawit Kembali Jadi Penyumbang Inflasi Kota Palu di Juni 2022

Kalau melihat dari komoditas penyumbang inflasi pada Desember 2023 lanjutnya, cabai rawit memiliki andil tertinggi, sebesar 0,25 persen, disusul ikan selar/ikan tude 0,13 persen. Dua komoditas yaitu bawang merah dan angkutan udara masing-masing menyumbang 0,03 persen.

Masih ada komoditas lainnya tercatat sebagai penyumbang inflasi Kota Palu yaitu, emas perhiasan, wortel, cabai merah masing-masing 0,02 persen.

“Sedangkan jagung manis, tomat, ayam goreng masing-masing memiliki andil inflasi sebesar 0,01 persen,” kata Nasser.

Cabai Rawit Menutup Akhir 2023 Sebagai Penyumbang Tertinggi Inflasi Kota Palu

Sementara itu, beberapa komoditas yang memberikan andil deflasi pada Desember 2023, di antaranya  ikan cakalang atau ikan sisik sebesar 0,11 persen, beras 0,04 persen,  pepaya 0,04 persen, ikan ekor kuning 0,04 persen.

Adapun inflasi y-on-y (Desember 2023 terhadap Desember 2022) terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya sebagian besar indeks kelompok pengeluaran, yaitu: kelompok makanan, minuman, dan tembakau  sebesar 5,45 persen; kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga  sebesar 0,16 persen; kelompok perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga  sebesar 1,94 persen.

  OJK Buka Peluang bagi LJK Menjalankan Layanan Bank Emas

Baca jugaHarga Cabai Rawit di Parimo Semakin Pedis, Kini Tembus Rp150 Ribu Per Kg

Selanjutnya, kelompok kesehatan sebesar 0,04 persen; kelompok transportasi 0,48 persen; kelompok informasi, komunikasi dan jasa keuangan 0,14 persen; kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya 4,05 persen; kelompok pendidikan 0,25 persen; kelompok penyediaan makanan dan minuman/ restoran 1,08 persen; serta kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya 2,12 persen.

Sebaliknya terjadi penurunan indeks harga pada kelompok pakaian dan alas kaki 0,34 persen. (teraskabar)