Sementara Tolitoli selaku tuan rumah rakor, UHH nya berkutat pada 66,18 tahun atau lebih kecil dari provinsi.
Melalui rakor, diharapnya lahir program-program inovatif meningkatkan pelayanan dasar kesehatan dan kesejahteraan guna meningkatkan UHH kabupaten kota.
Mengingat UHH dapat mendeskripsikan kualitas kesehatan dan kesejahteraan penduduk, bahkan salah satu variabel menentukan dalam perhitungan IPM.
Baca juga : Gubernur Sulteng Imbau, Awal Januari 2022 Vaksinasi Anak Usia 6-11 Tahun
“Dengan demikian semoga lahir program-program yang relevan dengan visi-misi gerak cepat menuju Sulawesi Tengah yang lebih sejahtera dan lebih maju, terutama lewat pembinaan kesejahteraan rakyat bidang pelayanan dasar,” tandasnya.
Rakor diisi penyampaian materi oleh Agus Santoso SST, M.Si (aspek statistik) dan Fransesca D. Rasubala, SKM, M.Ap (aspek kesehatan).
Kesimpulan yang didapat yakni pernikahan dini, tidak meratanya penyebaran tenaga kesehatan dan pola hidup tidak sehat disepakati sebagai 3 faktor yang mempengaruhi angka UHH Sulteng. (teraskabar)






