Kamis, 23 April 2026
News  

Di Era Rusdy Mastura, Tiga Kabupaten di Sulteng Keluar dari Status Daerah Tertinggal

Di Era Rusdy Mastura, Tiga Kabupaten di Sulteng Keluar dari Status Daerah Tertinggal
Dirjen PPDT Kemendes PDTT, Rafdinal didampingi Direktur Advokasi Desa dan Kawasan Pedesaan, Kementerian Desa, Fachri Labalado pada pertemuan dengan Gubernur Sulteng melalui Tenaga Ahli Gubernur Provinsi Sulteng, Ridha Saleh di Kantor Kementerian Desa pada Senin (11/9/2023). Foto: Biro Adpim Setdaprov

Jakarta, Teraskabar.id– Tiga kabupaten di Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) telah naik status atau keluar dari status Daerah Tertinggal berdasarkan hasil pengukuran terakhir pada 62 Kabupaten Tertinggal di Indonesia. Ketiga kabupaten itu adalah Tojo Unauna, Sigi dan Donggala.

“Rata rata nilai indeks komposit pada 3 Kabupaten di Sulteng mengalami kenaikan yang sangat signifikan, terutama pada aspek ekonomi, sosial dan lingkungan,” kata Dirjen Percepatan Pembangunan Daerah Tertinggal (PPDT) Kemendes PDTT, Rafdinal didampingi Direktur Advokasi Desa dan Kawasan Pedesaan, Kementerian Desa, Fachri Labalado pada pertemuan dengan Gubernur Sulteng melalui Tenaga Ahli Gubernur Provinsi Sulteng, Ridha Saleh di Kantor Kementerian Desa pada Senin (11/9/2023), dikutip dari siaran pers Biro Adpim Setdaprov.

Baca juga13 Bacalon Anggota DPD RI di Sulteng Belum Memenuhi Syarat Hasil Verifikasi Dukungan

Tenaga Ahli Gubernur Sulteng, Ridha Saleh, dalam kesempatan koordinasi di Kemendes PDTT menyampaikan bahwa ini merupakan prestasi luar biasa Bung Cudi sebagai Gubernur Sulteng Periode 2021 – 2026. Tagline “Kerja Cepat dan Tuntas” yang diusung Rusdy Mastura bukan slogan semata.

Tercatat, lebih dari 3 periode kepemimpinan Gubernur di Sulteng, kita tidak pernah keluar dari status Daerah Tertinggal, justru pada kepemimpinan Bung Cudi, Sulteng bisa dikatakan lebih berdaya saing, keluar dari stigma ketertinggalan. Bahkan itu dicapai 2 tahun sebelum Bung Cudi menyelesaikan masa jabatannya,” kata Edang, sapaan akrab Ridha Saleh.

Dalam pertemuan tersebut, Tenaga Ahli Gubernur Ridha Saleh menyampaikan bahwa rencana tersebut juga sudah dilaporkan kepada gubernur dan gubernur menyambut baik dengan gagasan tersebut.

Baca juga:Gubernur Sulteng Ingin Guru Tua jadi Pahlawan Nasional

Deklarasi yang akan dihadiri Wapres juga sudah disetujui oleh Mentri Desa, bahkan di Sulteng akan menjadi tonggaknya dimana akan menghadirkan 15 gubernur dan 62 bupati se-Indonesia.

  Tiga Pasien Sembuh, Morut Nihil Pasien Covid-19

Pada pertemuan tersebut, Tenaga Ahli gubernur langsung menginformasikan gagasan deklarasi kepada Kepala sekretariat Wapres, dijadwalkan siang ini Dirjen PDT Kementrian Desa akan melaksanakan rapat kordinasi dengan pak sapto di sekretariat Wapres.

Dalam pertemuan tersebut juga dibahas beberapa rangkaian kegiatan kunjungan wapres di Sulawesi Tengah diantaranya, launching Smart Village dan kunjungan ke Kawasan Pangan Nusantara yang juga menjadi program Gubernur Rusdy Mastura.

Sebagaimana diketahui, kerja keras Gubernur Sulteng Rusdy Mastura beserta seluruh jajarannya memberikan kontribusi yang sangat signifikan terhadap pembangunan di Provinsi Sulawesi Tengah. Hal ini dibuktikan dengan keluarnya tiga kabupaten di Sulawesi Tengah dari status daerah tertinggal di tahun 2023.

Sebelumnya tercatat bahwa tiga kabupaten di Provinsi Sulteng masih berstatus Daerah Tertinggal, yakni  Kabupaten Tojo Una-Una, Kabupaten Donggala dan Kabupaten Sigi.

Hal tersebut menjadikan Sulteng menjadikan provinsi yang masih memiliki Daerah Tertinggal di Pulau Sulawesi. Dengan kata lain, Sulteng masih Tertinggal dibanding Sulawesi Barat dan Gorontalo yang umurnya jauh relatif lebih muda.

Namun, kini dengan keluarnya 3 kabupaten di Sulteng dari status Daerah Tertinggal, tidak lepas dari intervensi program dan kegiatan yang dilakukan oleh pemerintah pusat, pemprov dan pemkab di 3 kabupaten tersebut, yang menyasar pada kebutuhan masyarakat dan infrastruktur layanan dasar. (teraskabar)