“Dari sini pemuda Kabupaten Donggala mungkin bisa sedikit belajar dengan beliau bagaimana beliau dapat mengatasi keterpurukan ekonomi, dan dalam momen Kebangkitan Nasional ini bagaimana beliau membangkitkan ekonomi Kabupaten Sigi, membangkitkan semangat pemuda untuk bisa sama-sama berdiri tegak di tengah badai bencana,” urainya.
Belajar dari keberhasilan Bupati Sigi Irwan Lapatta mempimpin daerahnya keluar dari status tiga besar kabupaten termiskin di Sulteng, dan di saat bersamaan Donggala malah terpuruk menjadi kabupaten termiskin di Sulteng, menjadi pelajaran bagi warga bahwa ada yang keliru dalam tata kelola pemerintahan di Donggala. Garis pantai yang cukup luas seharusnya bisa kelola dengan baik dan profesional untuk meningkatkan PAD.
Belum lagi potensi kandungan Sirtu yang terus-menerus dikirim ke pulau tetangga dan lahan pertanian yang sangat luas.
Baca juga : Persoalan Tambang Poboya, Tokoh Masyarakat Selalu Upayakan Jalur Dialog
Olehnya, Ahmad berharap kegiatan dialog yang melibatkan IMD dan 12 paguyuban, bisa menjadi momentum kebangkitan ekonomi dan kebangkitan Pemuda Kabupaten Donggala ke depan.
“Sekarang masuk masa tahun politik, pemimpin kita hanya sibuk untuk bagaiman melenggangkan kekuasaan selanjutnya tetap di dalam BASKOM yang sama. Tentu kesenjangan akan tetap terpampang di depan mata kita jika kita tidak bergerak, bersatu, menguatkan barisan sebagai tonggak masa depan Kabupaten Donggala,” imbuhnya.
Sementara itu, Pembina PC Pemuda Pancasila Donggala Irwan Lapatta dalam paparannya selalu memotivasi kaum muda untuk turut berperan aktif dalam kemajuan daerah.
“Sebagai Pemuda harus bersatu dan semangat ikut serta dalam kemajuan daerah kita tercinta Kabupaten Donggala,” ujarnya. (teraskabar)






