Senin, 12 Januari 2026
Daerah  

Dukung Ketahanan Pangan Nasional, Parimo Kembangkan Pertanian Lahan Kering

Dukung Ketahanan Pangan Nasional, Parimo Kembangkan Pertanian Lahan Kering
Pj Bupati Parimo, Ricard Arnaldo (dua dari kanan) menanam jagung secara simbolis di Desa Jononunu. Foto: Istimewa

Parimo, Teraskabar.idPenjabat (Pj) Bupati Parigi Moutong (Parimo) Ricard Arnaldo Djanggola menghadiri rembuk pemuda tani sekaligus sosialisasi Gerakan Pemuda Tani (Gempita) yang dirangkaikan dengan gerakan tanam jagung di Desa Jononunu, Kecamatan Parigi Tengah, serta gerakan tanam padi di Kecamatan Parigi Selatan, Sabtu (23/12/2023).

Menurut Pj Bupati Ricard Arnaldo, padi dan jagung merupakan komoditas pangan yang saat ini tengah mengalami krisis di dunia. Sehingga pemerintah Indonesia sedang gencar melakukan akselerasi percepatan tanam padi dan jagung guna mendukung ketahanan pangan nasional.

Baca jugaWagub Sulteng Jamin Petani Jagung di Buol Tak Perlu Lagi Kuatir Soal Pemasaran

Pengembangan pertanian lahan kering kata dia, merupakan alternatif yang sangat penting untuk mengalihkan paradigma lahan sawah sebagai tulang punggung pertanian dan sebagai pemenuhan utama produksi pangan nasional.

“Hal ini sangat beralasan, karena lahan lahan persawahan umumnya telah banyak mengalami alih fungsi menjadi lahan non pertanian selalu berfluktuasi dan cenderung menurun setiap lima tahun,” ungkapnya.

Hal itu, sesuai dengan siklus musim kemarau. Adapun masalah yang sering  dihadapi petani dalam upaya peningkatan produksi, produktivitas dan kualitas mutu padi dan jagung, yakni penanaman yang sering tertunda  tidak sesuai dengan jadwal tanam. Serta tidak serentak menanam dan ketersediaan bibit unggul terbatas, hingga benih jagung yang mahal.

Baca jugaGubernur Sulteng Kecewa Panen Jagung BPTP Tak Undang Pemda

Selain itu, keterbatasan pengairan irigasi teknis, kemudian keterbatasan alat dan mesin pertanian (Alsintan). Baik pra tanam, tanam, panen maupun pasca panen.

Sehingga, pihaknya menekankan perlu adanya peremajaan dan moderenisasi kembali alat mesin pertanian. Dan harga pupuk non subsidi serta pada lahan kering beriklim dengan curah hujan terbatas.

  Tingkatkan Kinerja PPI Paranggi, DKP Sulteng Kunjungi PPN Kwandang Gorontalo

“Penanaman jagung harus tepat waktu agar tanaman tidak mengalami kekeringan,” ujarnya.

Kabupaten Parigi Mouotong sendiri kata dia, berdasarkan data tahun 2022 luas tanaman padi adalah 68.793 hektare. Dengan luas panen padi 59.161,5 hektare, dan produktivitas rata rata 47,5 kuintal per hektare. Menghasilkan produksi 281.017,1 ton.

Untuk periode tanam padi bulan Januari-Oktober 2023, total luas tanam 47.321,5 hektare dengan luas panen 50, 429,2 hektare, menghasilkan produksi padi 239.538,5 ton.

Baca jugaPanen Padi di Sigi, Mentan SYL: Pertanian Adalah Segalanya

Sementara luas tanam jagung 5.779,8 hektare, dengan luas panen 9.959,5 hektare dan produktivitas rata rata 41,3 kuintal per hektare.” Dan untuk Januari – September tahun 2023 total luas tanam jagung 4.021,3 hektare,” ujarnya.

Menurut dia, pada tahun 2023 Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong  melalui dana APBD II telah menyalurkan bantuan benih padi di Kecamatan Tinombo Selatan dan kecamatan Torue, dengan luas lahan 1.552 hektare.

Serta bantuan benih jagung di Kecamatan Bolano seluas 680 hektare. Tujuan pemerintah memberikan bantuan benih padi dan jagung yaitu, untuk akselerasi percepatan peningkatan produksi, produktivitas.

Serta mutu hasil padi dan jagung diharapkan dapat mendukung peningkatan ekspor dan menyuplai kebutuhan pangan Ibu Kota Negara (IKN).

Sejalan dengan program utama Kementerian Pertanian katanya, bahwa pembangunan tanaman pangan difokuskan pada peningkatan produksi dan ekspor melalui pengembangan kawasan pangan nusantara.

Karena menurutnya, salah satu strategi penting dalam meningkatkan produksi pertanian adalah, penggunaan teknologi modern.

“Sebab, teknologi pertanian modern dapat membantu meningkatkan produktivitas tanaman, mengurangi biaya produksi dan meningkatkan kualitas hasil panen,” ujarnya. (teraskabar)