Palu, Teraskabar.id– Gubernur Sulawesi Tengah (Sulteng) Rusdy Mastura kecewa dan menyesalkan atas kegiatan panen jagung Balai Pengkajian Tehnologi Pertanian (BPTP) yang tidak melibatkan pemerintah daerah, baik Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulteng maupun Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sigi.
Gubernur Rusdy dari Makassar memerintahkan tenaga ahli gubernur bidang komunikasi publik untuk menyatakan bahwa perlunya etika pemerintahan dan kerjasama bersama mewujudkan cita – cita ketahanan pangan nasional di Sulawesi Tengah.
Baca juga : Tanam Jagung Lanjut di Tolitoli, Wagub Ma’mun: Tidak Ada Orang Miskin di Sulteng
Rusdy Mastura berharap, ke depan Menteri Pertanian RI dan jajarannya dapat fokus dan bekerja bersama – sama mendukung Sulteng sebagai wilayah penyangga pangan nasional sebagaimana telah ditetapkan Presiden RI.
Sementara Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Sulteng Nelson Haitubun menyebut dirinya membersamai Wakil Gubernur Ma’mun Amir di Kabupaten Banggai menyerahkan bantuan Alsintan.
Baca juga : Petani Jagung di Buol Tak Perlu Lagi Kuatir Soal Pemasaran, Ini Alasannya
Staf khusus Menteri Pertanian RI, Erik Tamalangi dikonfirmasi mengenai kehadirannya di panen jagung BPTP mengatakan bahwa dirinya diundang secara mendadak oleh BPTP.
Ia di Palu sekaitan rapat Partai Nasdem bersama Ketua Nasdem Sulteng Nilam Sari Lawira.
Baca juga : Pesan Menpan SYL, Lokasi Pengembangan Pangan Nasional di Sulteng Harus Miliki Legalitas
‘’Kami diundang dan mendadak menurut Kepala BPTP. Bisa dikonfirmasi ke Pak Wahab,’’ sebut Erik, dikutip dari rilis yang diterima dari Tenaga Ahli Gubernur Bidang Komunikasi Publik Andono Wibisino, Sabtu (20/8/2022).
Sedangkan Kepala BPTP DR Wahab berulang kali dihubungi, belum memberikan keterangan. (***/teraskabar)






