Morowali, Teraskabar.id – Forbes Morowali soroti jety di Desa Topogaro yang hingga kini belum juga mendapatkan kepastian. Polemik ini dinilai sudah terlalu lama dibiarkan dan bisa memicu gesekan di tengah masyarakat jika tak segera ditangani.
Ketua Umum Forbes Morowali, Abd. Jamil, menyebut persoalan jety tersebut bukan lagi sekadar masalah teknis. Ia menegaskan bahwa Forbes Morowali soroti jety karena melihat dampak sosial yang mengancam kehidupan warga. “Masalah ini menyangkut kepentingan masyarakat, jadi tidak boleh dibiarkan menggantung. Pemerintah daerah, harus segera turun tangan,” ujar Abd. Jamil, Minggu (5/10/2025).
Menurutnya, kehadiran pemerintah daerah menjadi kunci untuk mencegah potensi konflik horizontal. Forbes Morowali soroti jety dengan serius karena khawatir masalah ini akan menimbulkan pertentangan antarwarga atau antara masyarakat dengan perusahaan jika tidak segera ada solusi yang adil.
“Forbes Morowali menegaskan, kami akan terus mengawal persoalan ini hingga ada kepastian hukum. Pemerintah daerah tidak boleh tinggal diam karena masalah ini menyangkut hak dan kepentingan masyarakat,” lanjut Abd. Jamil.
Forbes Morowali menyoroti bukan untuk memperkeruh suasana, melainkan untuk memastikan semua pihak mendapatkan keadilan. Menurut mereka, keberadaan jety yang belum jelas statusnya menimbulkan ketidakpastian dan keresahan warga Desa Topogaro.
Organisasi ini juga menekankan pentingnya peran Pemda Morowali untuk hadir langsung di tengah masyarakat. “Kami ingin pemerintah hadir sebagai penengah. Ini soal keadilan, bukan soal kepentingan pihak tertentu. Masyarakat tidak boleh jadi korban ketidakpastian,” tambahnya.
Forbes Morowali soroti jety di Desa Topogaro dengan harapan agar pemerintah daerah segera memediasi semua pihak. Dengan adanya mediasi, persoalan bisa diselesaikan tanpa menimbulkan kerugian bagi masyarakat maupun perusahaan.
Dalam pandangan Forbes Morowali, penyelesaian cepat dan tegas akan membawa dampak positif bagi stabilitas daerah. Mereka juga menilai bahwa konflik yang dibiarkan berlarut hanya akan merusak keharmonisan sosial yang sudah terbangun.
Pernyataan Forbes Morowali ini menjadi sorotan publik dan diharapkan mampu menggugah keseriusan pemerintah daerah untuk segera mengambil langkah. Polemik jety di Desa Topogaro perlu segera dituntaskan agar masyarakat merasa aman dan hak-hak mereka terlindungi.
Dengan sikap tegas tersebut, Forbes bukan semata untuk mengkritik, tetapi sebagai bentuk kepedulian terhadap kehidupan masyarakat dan ketertiban di Morowali. (Ghaff/Teraskabar).






