Parimo, Teraskabar.id– Jelang hari natal dan tahun baru, harga cabai rawit di pasar sentral Parigi, Kabupaten Parigi Moutong, melonjak tinggi. Kenaikan harga cabai rawit mencapai Rp 150 ribu per kilogram.
“Sebelumya, harga cabai rawit ini di kisaran Rp70 ribu per kilogram, kini melonjak Rp 150 ribu per kilogram,” kata Intan, salah satu pedagang cabai di Pasar Sentral Parigi, Jumat (15/12/2023).
Melonjaknya harga cabai rawit kata dia, dipicu oleh kurangnya stok yang masuk ke Pasar Parigi. Selain cabai rawit, cabai keriting juga mengalami kenaikan harga dari sebelumya Rp70 ribu, kini menjadi Rp100 ribu per kilogramnya.
Baca juga: Cabai Rawit Kembali Jadi Penyumbang Inflasi Kota Palu di Juni 2022
“Lonjakan harga cabai ini terjadi sejak dua pekan lalu,” ujar Intan.
Ia menambahkan, stok cabai yang masuk ke Pasar Sentral Parigi saat ini berkurang, lantaran para petani cabai mengalami gagal panen akibat kemarau panjang. Sehingga, hasil produksi menurun.
Meskipun harga cabai kian melonjak kata Intan, namun penjualan cabai di lapaknya tidak berkurang.
Menurutnya, yang paling naik signifikan adalah harga tomat, dari harga sebelumnya Rp8.000 per kilogram, hari ini tembus Rp 15 ribu per kilogram. Untuk telur harga sementara Rp55 ribu per rak.
Baca juga: Platform Digital Tomps, Telkom –Yodya Karya Dukung Proyek Digitalisasi Kawasan BI
Kemudian, gula pasir kini dijual Rp19.000 ribu per kilogram dari harga sebelumnya Rp 16.000 ribu per kilogram.
Intan mengaku dengan mahalnya bahan kebutuhan sehari-hari ini membut omzet penjualan para pedagang di Pasar Sentral Parigi menurun.
“Kenaikan harga sejumlah bahan pangan strategis ini pun membuat daya beli masyarakat menurun. Yang biasanya membeli 1 kilogram, kini dikurangi dan hanya membeli setengah kilogram saja,” ungkapnya.
Baca juga: Gagal Tangani Masalah Pangan, Daerah akan Mendapat Surat Cinta Mendagri
Ia memprediksi harga tersebut masih akan melonjak terlebih menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru 2024. Dikhawatirkan, jika harga terus mengalami kenaikan, pembeli semakin sedikit.
“Sementara, modal usaha yang kami butuhkan semakin besar,” ujarnya. (teraskabar)







