Kamis, 30 April 2026

Houthi Mencegah Kapal-Kapal yang Terkait dengan Israel Melintas dari Samudera Hindia Menuju Tanjung Harapan

Houthi Mencegah Kapal-Kapal yang Terkait dengan Israel Melintas dari Samudera Hindia Menuju Tanjung Harapan
Pemimpin Angkatan Bersenjata Yaman (Houthi), Abdul-Malik Al-Houthi, mengumumkan bahwa kapal-kapal yang terkait dengan pendudukan Israel tidak boleh lewat dari Samudera Hindia menuju Tanjung Harapan. Foto: Jaringan Alquds

Sanaa, Teraskabar.id –  Pemimpin Angkatan Bersenjata Yaman (Houthi), Abdul-Malik Al-Houthi, mengumumkan bahwa kapal-kapal yang terkait dengan pendudukan Israel tidak boleh lewat dari Samudera Hindia menuju Tanjung Harapan.

Al-Houthi mengatakan dalam pidatonya di televisi, Kamis malam (14/3/2024), bahwa “selain penderitaan parah yang disebabkan oleh pengepungan dan kelaparan di Gaza, sangat mengejutkan mendengar pernyataan tentang meningkatnya martir karena kehausan, dan langkanya makanan yang dikonsumsi. dikirim ke Jalur Gaza dari pesawat adalah sandiwara Amerika yang menghina martabat rakyat.” Rakyat Palestina. Amerika dan negara-negara Barat memberikan senjata paling mematikan kepada musuh Israel untuk membunuh rakyat Palestina, anak-anak dan perempuan mereka.”

Baca jugaPuluhan Penumpang Korban Perdagangan Manusia Hilang di Lepas Pantai Florida

Al-Houthi menambahkan, “Jumlah besar orang yang mati syahid dan terluka, sebagian besar adalah anak-anak dan perempuan, merupakan aib bagi dunia yang mengaku beradab dan menjunjung hak asasi manusia, serta merupakan skandal bagi komunitas internasional.”

Ia menekankan bahwa “para martir di Gaza bukan sekadar angka-angka yang didengar orang, namun mereka adalah nyawa manusia yang hilang dan nyawa mereka yang terbuang, serta luka dan penderitaan orang-orang yang dimusnahkan.”

Dia melanjutkan, dengan mengatakan: “Untuk hari ke-160, kejahatan Zionis terus berlanjut di Jalur Gaza, yang merupakan genosida dalam segala hal. Musuh Israel melakukan kejahatan abad ini dalam segala hal, dengan Amerika partisipasi dan kontribusi dari negara-negara Barat.”

Baca jugaPeringati Hari Dharma Samudera, Gubernur Sulteng Tabur Bunga di Laut Palu-Donggala

Menurut Al-Houthi, “kegagalan dan kelalaian umat Islam, khususnya mayoritas warga Arab, berkontribusi terhadap kejahatan abad ini terhadap rakyat Palestina di Jalur Gaza, dan musuh Israel melakukan kejahatan abad ini dengan partisipasi Amerika dan negara-negara Barat.”

  Anwar Hafid Tegas Hentikan Tambang, Warga Molino Apresiasi Sikap Sigap Gubernur Sulteng

Mengenai operasi pendaratan Amerika, beliau mengatakan bahwa mereka bertujuan untuk menipu opini publik agar melanjutkan kejahatan tersebut, dan sebagai imbalan atas bantuan terbatas kepada rakyat Gaza, Amerika menyediakan berton-ton bom untuk membunuh mereka. Menunjukkan bahwa “jika umat Islam secara serius mendukung perlawanan, gambaran pertempuran di Gaza akan berbeda.”

Diumumkan juga bahwa 12 kapal telah menjadi sasaran selama seminggu terakhir, sebagai bagian dari operasi dukungan bagi rakyat Palestina dan perlawanan mereka di Gaza.

Dia mencatat, “Sejak awal partisipasi kami dalam Banjir Al-Aqsa, kami telah menargetkan 73 kapal dan kapal perang, dan operasi militer kami terus berlanjut secara efektif dan dampaknya telah diketahui.”

Sumber Jaringan Quds