Selasa, 26 Mei 2026
News  

Huzaema Terpilih Secara Aklamasi Jadi Ketua KKSS Kota Palu Periode 2023-2028

Huzaema Terpilih Secara Aklamasi Jadi Ketua KKSS Kota Palu Periode 2023-2028
dr. H. Huzaema menerima pataka dari ketua KKSS Provinsi Sulteng didampingi ketua KKSS Kota Palu periode 2018-2023, H. Amin Badawi usai pemilihan ketua pada Musda ke-IV 2023 di Sriti Convention Hall Kota Palu. Foto: istimewa

Palu, Teraskabar.id – dr. H Huzaema, M.Si, M.Kes terpilih secara aklamasi sebagai ketua Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) periode 2023-2028 pada Musyawarah Daerah (Musda) ke-IV KKSS Kota Palu, Ahad malam (24/7/2023) di Sriti Convention Hall Kelurahan Kamonji, Kecamatan palu Barat, Kota Palu.

Seluruh pemilik suara yang terdiri dari delapan Badan Pengurus Cabang (BPC) serta sejumlah piliar yang terdaftar di KKSS pusat, menyepakati dr. H Huzaema menakhodai KKSS Kota Palu untuk lima tahun kedepan.

Musda dengan agenda pemilihan ketua yang berlangsung usai pembukaan, tak berlangsung lama prosesnya pemilihannya hingga menetapkan dr. Huzaema sebagai ketua menggantikan H. Amin Badawi yang habis masa pengabdiannya setelah memimpin KKSS Kota Palu selama dua periode, 2013-2018 dan 2018-2023.

Mengantongi modal lima rekomendasi dukungan dari BPC (kecamatan) dan tiga pilar atau total delapan rekomendasi dukungan, dr. H. Huzaema mendaftar pada hari pertama pendaftaran calon ketua KKSS Kota Palu. Dan, selama tahapan pendaftaran calon yang dibuka dua hari, 19-20 Juli 2023, hanya dr. Huzaema yang mendaftarkan diri dan lolos hasil verifikasi tim pendaftaran dan verifikasi. Sehingga, Asisten II Pemkot Palu ini menjadi calon tunggal pada pemilihan ketua KKSS di Musda 2023.

Huzaema usai dikukuhkan sebagai ketua KKSS Kota Palu oleh Ketua BPW KKSS Sulteng, H. Tjabani, dalam sambutannya mengawalinya dengan menyinggung soal kemiskinan dan kekayaan.

Menurutnya,  kekayaan dan kemiskinan itu sesungguhnya adalah ujian.  “Nah, bagaimana kita bersama-sama untuk yang kalangan bawah itu programnya apa, kalangan menengah programnya, serta untuk kalangan atas programnya apa,” kata dr. Huzaema.

Kolaborasi antarsegmen tersebut untuk menyatukan kekuatan ekonomi, dengan program awal membantu para pemilik kios dari warga KKSS dari menjamurnya Alfamidi dan Indomart di Kota Palu. Tanpa dukungan dan sikap kepedulian kepada para pemilik kios yang ada di sekitar kita, mereka akan mati karena tak mampu bersaing dengan Alfamidi dan Indomart.

  Launching QRIS MANTAP Inisiatif BI, Hadianto: Mendukung Kemajuan Ekonomi Digital Kota Palu

“Ini perlu kita mem-back up saudara-saudara kita dengan program serupa minimarket dengan memberdayakan langsung para pemilik toko toko kecil itu agar bisa berkembang. Dan, warga KKSS harus berpartisipasi menghidupkan kios-kios saudara-saudara kita dengan berbelanja di kios mereka,” ujarnya.

Namun, menurut Huzaema, program tersebut harus berbasis data. Sebab, tanpa data, program yang akan dibuat sulit berjalan sesuai denganyang diinginkan. (teraskabar)