Selasa, 13 Januari 2026
Ekbis  

Inflasi Kota Palu di September 2023 Capai 0,11 Persen, Beras Miliki Andil Terbesar

Kepala BPS Kota Palu, G. A. Nasser menyampaikan press rilis BPS Kota Palu periode September 2023, Rabu (1/11/2023). Foto: Screenshoot

Palu, Teraskabar.id – BPS Kota Palu kembali melaporkan perkembangan inflasi di Kota Palu, Sulawesi Tengah (Sulteng)  untuk Bulan September 2023 melalui virtual, Senin (2/10/2023).

Kepala BPS Kota Palu, G. A. Nasser, SE, M.Si, menyebutkan, inflasi Kota Palu pada bulan September terhadap Agustus 2023 mencapai 0,11 persen. Inflasi tahun kalendernya yaitu Januari sampai dengan September 2023, tercatat sebesar 1,47 persen.  Sedangkan inflasi tahunan yaitu, September 2023 terhadap September 2022 (Year on Year) tercatat 1,98 persen.

Sementara inflasi bulan September 2023 secara nasional mencapai 0,19 persen. Begitupula inflasi tahun kalender secara nasional sebesar 1,63 persen, serta inflasi secara year on year mencapai 2,28 persen.

“Ketiga-tiganya  ini kalau kita lihat angka ini, apakah bulan September 2023, kumulatif kalendernya dan tahunannya, nampak kota Palu lebih rendah dari inflasi nasional secara keseluruhan. Ini kesimpulan yang kita lihat dari inflasi nasional dan inflasi kota Palu,” ujarnya.

Baca jugaGagal Tangani Masalah Pangan, Daerah akan Mendapat Surat Cinta Mendagri

Inflasi sebesar 0,11 persen pada bulan September ini kata Nasser, jika dilihat dari kelompok komoditas, beras memiliki andil terbesar terhadap inflasi di Kota Palu pada September 2023.

“Beras memiliki andil 0,19 persen terhadap inflasi September 2023,” kata Kepala BPS Kota Palu, G. A. Nasser melalui rilis BPS, Senin (2/10/2023).

Komoditas lainnya yang turut memberi andil tipis  terhadap inflasi di Bulan September 2023 adalah angkutan udara, ikan ekor kuning, wortel, dan sawi hijau, masing-masing 0,02 persen.

“Empat komoditas ini juga memberi andil terhadap inflasi di bulan ini tapi relatif kecil dibanding dengan andil beras,” ujarnya.

  Daya Beli Petani Sulteng Melemah 5 Bulan Terakhir, Justru Nelayan Menguat

Sementara itu, beberapa komoditas yang memiliki andil negatif terhadap inflasi September 2023 di antaranya, bahan bakar rumah tangga  sebesar 0,11 persen; bawang merah 0,08 persen; ikan cakalang/ikan sisik  0,06 persen; cabai rawit 0,02 persen;  serta tomat 0,02 persen.

Baca juga: Sulteng Masuk 10 Provinsi Pengendalian Inflasi Terbaik

Masih ada komoditas lainnya yang memberi andil negatif terhadap inflasi Kota Palu yaitu, kangkung, bayam, jagung manis, bawang putih, serta ayam hidup, masing-masing 0,01 persen.

Sementara itu, inflasi Kota Palu dengan membandingkan antara bulan September 2023 terhadap September 2022 (Year on Year, YoY) mencapai 1,98 persen dengan Indeks Harga Konsumen 117,48 persen.

Baca juga: Kota Palu Inflasi 0,18 Persen pada Juni 2023, Angkutan Udara Miliki Andil Terbesar

Lima komoditas memiliki andil terbesar terhadap inflasi secara year on year. Beras merupakan komoditas penyumbang terbesar mencapai 1,05 persen, disusul Kretek Filter Putih sebesar 0,23 persen. Tukang bukan mandor juga tercatat memberi andil terhadap inflasi YoY sebesar 0,19 persen, selanjutnya Kontrakan Rumah 0,13 persen, dan Rokok Putih sebesar 0,12 persen.

Sementara itu, beberapa komoditas yang memiliki andil negatif terhadap inflasi YoY di antaranya,  ikan selar/ikan tude sebesar 0,20 persen; cabai rawit 0,16 persen; bahan bakar rumah tangga 0,15 persen; serta bawang merah 0,14 persen. (teraskabar)