Minggu, 18 Oktober 2026

JOTA JOTI Pramuka 2026, Wabup Morowali Serukan Jaga Lingkungan

Wakil Bupati Morowali, Iriane Iliyas yang juga adalah Ketua Kwarcab Pramuka Kabupaten Morowali menyematkan tanda kepada peserta JOTA JOTI Pramuka 2026. Foto: IKP Morowali.
Wakil Bupati Morowali, Iriane Iliyas yang juga adalah Ketua Kwarcab Pramuka Kabupaten Morowali menyematkan tanda kepada peserta JOTA JOTI Pramuka 2026. Foto: IKP Morowali.

Morowali, Teraskabar.id— Wakil Bupati Morowali Iriane Iliyas menyerukan anggota Pramuka mengambil peran dalam menjaga lingkungan melalui JOTA JOTI Pramuka 2026.

Iriane menyampaikan pesan tersebut saat membuka Jamboree On The Air dan Jamboree On The Internet (JOTA JOTI) 2026.

Ketua Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Morowali itu membuka kegiatan tersebut pada Jumat (16/10/2026).

Pembukaan berlangsung di Gedung PGRI Daerah Morowali, Kompleks Perkantoran Bumi Fonuasingko, Desa Bente, Bungku Tengah.

JOTA JOTI Pramuka 2026 dan Isu Lingkungan

Dalam kesempatan itu, Iriane menyoroti tema JOTA JOTI 2026, yakni “Dunia Yang Damai dan Inklusif, A Peaceful and Inclusive World”.

Menurut dia, tema tersebut menekankan aksi kolektif dan kepemimpinan kaum muda dalam menghadapi persoalan lingkungan.

Karena itu, Iriane mendorong peserta tidak sekadar mengikuti kegiatan komunikasi antarpandu.

Dia berharap kegiatan tersebut membangun kesadaran peserta terhadap keberlanjutan lingkungan.

“Dunia yang damai dan inklusif sangat selaras dengan tujuan pembangunan berkelanjutan yang antara lain: nol kelaparan, tersedianya air bersih dan sanitasi, energi terjangkau dan bersih, kota dan komunitas berkelanjutan, aksi iklim, kehidupan di bawah air, kehidupan di darat, dan kemitraan untuk mencapai tujuan bersama,” ujar Iriane.

Pesan tersebut menempatkan Pramuka sebagai bagian dari gerakan generasi muda untuk menghadapi tantangan lingkungan.

Selain itu, kegiatan Pramuka dapat menjadi ruang untuk membangun kepemimpinan yang berorientasi pada keberlanjutan.

JOTA JOTI Pramuka 2026 Dorong Aksi Nyata Menjaga Lingkungan

Iriane selanjutnya meminta peserta JOTA JOTI Pramuka 2026 belajar sekaligus mengambil tindakan nyata.

Dia berharap seluruh peserta ikut menjaga keanekaragaman hayati dan menghadapi perubahan iklim.

Peserta juga perlu menghindari tindakan yang merusak lingkungan, termasuk pembakaran hutan dan lahan.

  Pendapat Bupati Atas Pandangan Fraksi DPRD Morowali

Menurut Iriane, Pramuka juga perlu mengembangkan keterampilan untuk melindungi lingkungan. Dengan demikian, kegiatan tersebut tidak berhenti pada seremoni pembukaan.

Sebaliknya, peserta dapat membawa pesan lingkungan ke sekolah, keluarga, komunitas, dan masyarakat.

JOTA JOTI Terhubung dengan Gerakan Kepanduan Dunia

JOTA JOTI merupakan kegiatan tahunan berskala internasional yang mempertemukan anggota kepanduan melalui radio dan internet.

World Organization of the Scout Movement (WOSM) menginisiasi kegiatan tersebut sebagai bagian dari gerakan kepanduan dunia.

Kegiatan berlangsung selama dua hari dan melibatkan anggota Pramuka dari berbagai daerah.

Selain itu, kegiatan tersebut melibatkan anggota pandu dari 174 negara. Di Morowali, peserta berasal dari berbagai Gugus Depan se-Kabupaten Morowali.

Pengurus Kwarcab Morowali dan Organisasi Amatir Radio Indonesia (ORARI) Morowali juga menghadiri kegiatan tersebut.

Keterlibatan ORARI memberi ruang bagi peserta untuk mengenal komunikasi radio dalam kegiatan kepanduan.

Pada saat yang sama, internet memperluas interaksi peserta dengan komunitas kepanduan dari berbagai wilayah.

Momentum Membangun Kepemimpinan Muda

Melalui JOTA JOTI Pramuka 2026, Morowali memiliki ruang untuk memperkuat pendidikan kepemimpinan generasi muda.

Kegiatan ini juga menghubungkan teknologi komunikasi dengan nilai kepedulian sosial dan lingkungan.

Karena itu, pesan menjaga lingkungan menjadi relevan dengan kehidupan generasi muda saat ini.

Pramuka tidak hanya membutuhkan keterampilan organisasi dan komunikasi. Mereka juga perlu memahami dampak perubahan iklim serta pentingnya menjaga sumber daya alam.

Pada akhirnya, JOTA JOTI Pramuka 2026 dapat menjadi momentum untuk mendorong aksi lingkungan yang berkelanjutan.

Acara pembukaan kemudian berlanjut dengan penyematan tanda peserta secara simbolis. Panitia menyematkan tanda tersebut kepada perwakilan peserta. Kegiatan kemudian berakhir dengan sesi foto bersama.