Sementara itu, keterangan Manto dan Rendi, keluarga Cici yang pertama kali menemukan Cici tewas tergantung di dalam kamar.
Sekitar pukul 05.30 WITA. Nenek Cici bernama Oma Nore menyuruh Manto dan Rida untuk membawa titipan ayah Cici yakni sekarung beras 10 kg. Manto membawa beras tersebut ke depan rumah Cici, sembari berteriak memanggil nama Cici tetapi tidak ada suara. Setelah itu, Manto dan Rida kembali ke rumah Oma Nore untuk menyampaikan bahwa Cici tidak menjawab dan membuka pintu rumah.
Setelah itu Oma Nore, Manto dan Rida kembali ke rumah Cici dan memanggil-manggilnya. Tetapi Cici tidak menjawab sehingga Oma Nore membuka pintu rumah dan ternyata pintu rumah tidak dikunci. Setelah itu Oma Nore, Manto dan Rida langsung masuk ke dalam rumah dan mencari Cici di kamar dan dapur tetapi tidak menemukan Cici di lantai bawah.
Baca juga: Dua Pria Diamankan Polisi karena Diduga Mencuri Motor di BTN Griya Exotic Tinggede Sigi
Kemudian Oma Nore menyuruh Manto untuk naik lantai 2 mengecek apakah Cici ada atau tidak. Setelah naik ke lantai 2, Manto terkejut melihat Cici dalam keadaan tergantung di dalam kamar. Setelah itu Manto langsung bergegas turun ke lantai 1 menyampaikan kepada Oma Nore.
Kemudian sepupu Cici, yakni Rendi langsung naik ke lantai 2 dan melihat Cici dalam posisi tergantung di dalam kamarnya. Kemudian Rendi berusaha mengangkat Cici tetapi tidak bisa. Dia kemudian memanggil keluarga untuk mencari pisau dan keluarga menemukan pisau di dekat pintu kamar. Rendi kemudian memotong tali yang melilit di leher Cici agar tubuh Cicib isa diturunkan ke lantai, dibantu oleh Rida dan Manto. Rendi dan Rida kemudian memotong tali nilon serta Manto memegang badan Cici.
Setelah diturunkan, pihak keluarga langsung membaringkan jenazah Cici di atas tempat tidur di lantai 2, kemudian berusaha memeriksa denyut nadi tetapi Cici sudah meninggal dunia. Setelah itu pihak keluarga menghubungi dan menyampaikan kejadian tersebut kepada pihak Kepolisian.
Sekitar pukul 07.30 Wita, Babinkamtibmas Desa Tinggede yang mendengar informasi tersebut langsung menuju TKP dan menyampaikan kejadian tersebut kepada piket Polsek Marawola. Selanjutnya, sekitar pukul 08.00 Wita, piket Polsek Marawola langsung menuju TKP.
Sekitar pukul 08.10 Wita, piket Polsek Marawola mengamankam TKP dan melakukan olah TKP bersama dengan anggota Identifikasi Polres Sigi.
Sekitar pukul 10.10 Wita, jenazah mendiang Cici dibawa ke RS Bhayangkara Palu menggunakan mobil ambulance Desa Tinggede.
Dalam kronologis disebutkan, sebelum gantung diri dan ditemukan meninggal dunia, keluarga korban menemukan sebuah surat yang ditulis menggunakan pulpen. Adapun isi surat tersebut sebagai berikut;
Dari Cici
Mama Papa cici minta maaf atas kesalahan yang buat Mama Papa Mara. Maaf Saat ini Cici akhiri Semua kehidupanya Cici. Maafkan Mama Papa Supaya Cici bisa tenang Cici Doakan Mama Dan Papa Di alam Lainnya.
Cici Buruk Sekali Suda Di Hadapan Keluarga Maafkan Kalau Cici Tidak Bisa Membahagiakan Mama Dan Papa Karna Kesalahan Ini Cici Takut. Makasih Mama papa Atas 16 Tahunnya sudah Besarkan Cici.
Untuk diketahui pula, rumah mendiang Cici berhadapan langsung dengan rumah neneknya, Oma Nore. Selain itu, setiap hari Cici tinggal sendiri di rumahnya karena kedua orang tuanya bertugas sebagai Opsir di Gereja BK Moros Lone Basa, Kecamatan Pipikoro, Kabupaten Sigi. (teraskabar)







