Palu, Teraskabar.id – Guru Besar dalam Kebijakan Publik Prof Dr. Slamet Riyadi Cante, M.Si menyikapi pernyataan salah seorang Tenaga Ahli Gubernur Sulteng, Andono Wibisono terkait imbauan kepada Universitas Tadulako (Untad) untuk lebih aktualitatif terhadap isu pemanasan global.
Menurut Slamet Riyadi Cante, apa yang disuarakan oleh salah seorang alumni Untad yang saat ini sebagai tenaga ahli gubernur patut diapresiasi. Hal tersebut telah sejalan dengan salah satu agenda rektor yang dikemas dalam visi misi.
Baca juga: Telkom Kembangkan Talenta Digital untuk Persiapkan Pemimpin Muda Masa Depan
Seperti diketahui kata Slamet Riyadi, Rektor Untad yang baru saja terpilih dan dilantik sekitar tiga bulan yang lalu, Prof. Dr. Amar, M.Si, saat ini sedang mempersiapkan dan berkomitmen untuk meningkatkan generating income melalui berbagai program. Seperti; sedang merencanakan untuk membangun SPBU, hotel gedung pesta perkawinan , dan sebagainya dengan memanfaatkan dan merevitalisasi aset- aset yang ada saat ini terkesan ditelantarkan. Namun, dinilai cukup potensial dan produktif untuk dikelola sebagai sumber pendapatan di luar uang kuliah tunggal (UKT).
“Gedung Audiotorium yang baru diresmikan juga direncanakan akan diberi nama Audiotorium Prof. Dr. Mattulada, tinggal menunggu persetujuan dari anggota senat Universitas. Dan, nantinya akan dikomersilkan dengan cara mempersewakan dengan masyarakat umum,” kata koordinator bidang organisasi Dewan Pertimbangan Rektor ini.
Baca juga: Pijar Mahir Milik Telkom Konsisten Kembangkan Kualitas Talenta Digital
Saat ini lanjutnya, Rektor Untad telah membangun kerja sama dengan PT. Telkom dalam rangka peningkatan kapasitas IT. Hal ini juga menjadi agenda prioritas rektor dengan menggunakan brand One Kliks. Hal ini penting, dalam rangka merespon perkembangan Revolusi Industri 4.0.
Terkait dengan kawasan pangan nasional (KPN) yang telah dicanangkan oleh Gubernur Rusdy Mastura, tentunya Pemprov Sulteng perlu melibatkan dan melakukan kemitraan dengan para akademisi di lingkungan Untad. Tentunya pihak Untad juga sangat siap ketika diberi ruang untuk berpartisipasi secara kolaboratif.
Baca juga: Tiga Calon Rektor Universitas Abdul Azis Lamadjido Ikuti Asesmen
Sebelumnya, salah seorang Tenaga Ahli Gubernur Sulteng Andono Wibisono melalui keterangan tertulis yang diterima media ini menyebutkan, bahwa Indonesia, terancam dengan suplai pangan yang selama ini impor. Beras dari Thailand, Burma dan lainnya. Dalam sebuah rilis resmi Kementerian Pertahanan RI, mesti siap – siap bila hitungan terburuk negara pengimpor beras ke 250 juta manusia Indonesia dihentikan.
Gubernur Sulawesi Tengah Rusdy Mastura kini sedang menyiapkan Kawasan Pangan Nasional (KPN). Sejumlah pihak diundang untuk berpartisipasi.
Bagaimana peran kampus? Di Sulawesi Tengah ada kampus terkenal yaitu Universitas Tadulako. Luasnya hampir 1/4 luas Kota Palu. Data terbaru mahasiswanya 53 ribu. Pengajarnya kualifikasi doktor dan profesor seiring tahun bertambah.
Universitas ini mengusung nama legenda tutur gelar Satria dalam budaya Kaili yaitu *Tadulako* Gelar ini disematkan bagi seseorang yang berjasa, berani, leadership, berfikir dan bertindak untuk banyak orang, tegas, kuat, dan rendah hati ke bawah dan lemah lembut ke atas. Namun memiliki prinsip yang besar, bukan parsial, dan mengayomi semua.
Universitas *Tadulako* semestinya lebih aktualitatif menangkap isu isu strategis dan mendesak. Dengan hamparan luas kampus dan mempelopori klaster pangan berbasis tanaman lokal di setiap kampus. (teraskabar)






