Di Banggai Laut pun telah tersedia Cold Storage untuk menampung hasil tangkapan nelayan, sebagai upaya menjaga kualitas hasil tangkapan perikanan laut. Namun dibandingkan dengan kapasitas hasil tangkapan di wilayah itu, keberadaan pabrik Es balok ditambah dengan ketersediaan Cold Storage, belum mampu mengimbangi total produksi yang ada.
Baca juga : Pelaku Pencurian Motor di SMA 3 Tolitoli Ditangkap Polisi
“Rata-rata kebutuhan kapal di sana, 50 sampai 10 balok es kebutuhan es. Makanya Pemrpov Sulteng di Pelabuhan Perikanan Mato kita bangun dulu pabrik es, disamping itu sudah ada cold storage milik Pemkab Banggai Laut yang dikerjasamakan dengan salah satu koperasi di Jakarta, itu juga sudah menampung hasil. Itupun tidak cukup,” kata Arif.
Sebelum turun melaut kata Arif, es harus sudah tersedia sebelum turun melaut untuk menjaga hasil tangkapan tetap berkualitas. Bukan disiapkan setelah dilakukan penangkapan.
“Itu maksudnya untuk menjamin kualitas ikan. Bukan saat ikan datang, baru kita siapkan es,” ujarnya.
Baca juga : DKP Sulteng Launching Aplikasi Smart Fishing
Diberitakan sebelumnya, Pemerintah Provinsi melalui Dinas Kalautan dan Perikanan (DKP) Sulawesi Tengah telah membangun pabrik es di Desa Gonggong, Kecamatan Banggai Tengah, Kabupaten Banggai Laut.






