DKP Sulteng Launching Aplikasi Smart Fishing

PALUEKSPRES, PALU– Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) melaunching aplikasi smart fishing sebagai solusi dalam meningkatkan produktifitas perikanan.

Launching dibuka langsung oleh Gubernur Sulteng, Rusdi Mastura didampingi Kepala Pusat Aplikasi Riset Penginderaan Jauh, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) diwakili Sartono Marpaung, Kepala Dinas (Kadis) Kelautan dan Perikanan (DKP) Sulteng, H. Moh. Arif Latjuba, dan Ketua Komisi II DPRD Sulteng, Yus Mangun.

Kadis DKP Sulteng, H Moh. Arif Latjuba mengatakan, Provinsi Sulteng sebagai satu-satunya provinsi yang dikelilingi 4 Wilayah Perairan Perikanan (WPP) yaitu WPP RI 713 di Selat Makassar, WPP RI 714 di Teluk Tolong dan Laut Banda, WPP RI 715 di Teluk Tomini, serta WPP RI 716 di Selat Makassar dan Laut Sulawesi dengan luas Laut 77.295 Km persegi dan panjang garis pantai 6.653,31 Km.

Sehingga, menurutnya, Sulteng memiliki potensi besar dalam sektor kelautan perikanan. Namun, keterbatasan penggunaan teknologi menjadi salah satu masalah dalam peningkatan produktifitas perikanan tangkap.

Demi memberikan solusi peningkatan produktifitas perikanan, maka DKP Sulteng mengeluarkan aplikasi smart fishing yang dapat mengetahui lokasi kerumunan ikan di laut.

“Guna menjawab permasalahan tersebut, aplikasi smart fishing menjadi solusi bagi para nelayan,” ujarnya.

Menurut Arif Latjuba, aplikasi smart fishing juga bertujuan untuk meningkatkan kapasitas pelaku usaha penangkapan ikan secara ilmu pengetahuan dan keterampilan berbasiskan teknologi atau digitalisasi usaha.

Selain itu, aplikasi tesebut dapat memperbanyak produksi hasil tangkapan serta meningkatkan pendapatan nelayan.

“Keunggulan aplikasi ini yaitu mengetahui jarak dan lokasi fishing ground, mengetahui infomasi cuaca dan tinggi gelombang, bahkan efisiensi dalam pemanfaatan inputan produksi berupa BBM, es, umpan dan lainnya,” katanya.

Dengan begitu, kata Arif Latjuba, nelayan memiliki kemampuan dalam menguasai pengelolaan data-data dari GPS fish finder.

“Nelayan juga memiliki kemampuan dalam mengoperasikan peralatan dalam proses operasional penangkapan ikan,” ujarnya. (din/teraskabar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *