Jumat, 9 Oktober 2026
Home, News  

Pemkot Palu Terima Anugerah Prakarsa Inklusi dari KND RI

Pemkot Palu Terima Anugerah Prakarsa Inklusi dari KND RI
Wali Kota Palu, H. Hadianto Rasyid terima Anugerah Prakarsa Inklusi dari Komisi Nasional Disabilitas Republik Indonesia, Kamis (8/10/2026). Foto: Diskominfo Palu

Palu, Teraskabar.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Palu di bawah kepemimpinan Wali Kota Palu, H. Hadianto Rasyid, S.E., terima Anugerah Prakarsa Inklusi dari Komisi Nasional Disabilitas Republik Indonesia (KND RI).

Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Ketua KND RI, Dr. Dante Rigmalia, M.Pd., kepada Wali Kota Palu H. Hadianto Rasyid pada pembukaan Dialog Bersama Ketua KND dan Organisasi Penyandang Disabilitas (OPDis) Kota Palu, Kamis (08/10/2026), di Sriti Convention Hall Center, Kota Palu.

Anugerah Prakarsa Inklusi diberikan sebagai bentuk apresiasi atas dukungan Pemerintah Kota Palu terhadap Gerakan Indonesia Inklusif-Ramah Disabilitas, khususnya dalam upaya pelaksanaan penghormatan, perlindungan, dan pemenuhan hak penyandang disabilitas di Kota Palu.

Dialog tersebut mengangkat tema “Menuju Kota Palu Ramah Disabilitas: Sinergi Pemerintah Daerah dan Komisi Nasional Disabilitas dalam Pemenuhan Hak Penyandang Disabilitas.”

Kegiatan ini menjadi ruang dialog antara pemerintah daerah, KND, dan organisasi penyandang disabilitas untuk membangun pemahaman bersama sekaligus mengidentifikasi berbagai langkah yang dapat dilakukan secara konkret dalam mewujudkan lingkungan yang semakin inklusif dan ramah bagi penyandang disabilitas.

Anugerah Prakarsa Inklusi dari KND RI

Wali Kota Palu Hadianto Rasyid dalam sambutannya sekaligus membuka kegiatan, menegaskan agar dialog tersebut tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial semata.

Wali kota meminta perwakilan OPD menyimak setiap pembahasan dan mencatat berbagai hal yang dapat diwujudkan secara nyata.

“Jangan dijadikan acara ini seremoni saja. Tolong disimak betul, buat catatan-catatan yang bisa kita wujudkan. Karena kalau bukan kita, siapa lagi yang akan mewujudkan untuk mereka,” tegas wali kota.

Menurut wali kota, penyandang disabilitas merupakan bagian dari masyarakat yang harus mendapatkan perhatian dan dukungan bersama, mengingat masih terdapat kelompok yang mengalami keterbatasan akses maupun kondisi yang membuat mereka rentan termarjinalkan.

  Evakuasi Warga Gaza ke Indonesia, Din Syamsuddin: Muluskan Rencana Jahat Trump-Netanyahu

Wali kota juga mengajak seluruh pihak untuk memahami bahwa setiap orang memiliki persepsi dan ukuran kebahagiaan yang berbeda, termasuk penyandang disabilitas.

“Mungkin kita anggap kita sempurna, kita juga punya persepsi kebahagiaan sendiri. Begitupun mereka yang disabilitas, mereka punya kebahagiaan sendiri,” ujar wali kota.

Karena itu, wali kota meminta agar upaya membangun Kota Palu yang ramah disabilitas tidak hanya dilakukan melalui kebijakan pemerintah, tetapi juga melalui kepedulian dan dukungan dari keluarga serta seluruh elemen masyarakat.

Kepada keluarga penyandang disabilitas, wali kota berpesan agar tidak memutus hubungan dengan pemerintah.

Menurut wali kota, pemerintah maupun masyarakat sama-sama memiliki keterbatasan dan dapat lalai atau lupa, sehingga diperlukan komunikasi serta saling mengingatkan.

“Jangan putus hubungan dengan pemerintah. Kita tempatnya lalai dan lupa. Kita saling mengingatkan dan menguatkan. Jangan pernah pupus harapan di antara kita,” kata wali kota.

Wali Kota Hadianto berharap perhatian terhadap penyandang disabilitas dapat diberikan secara optimal, terutama dalam mendorong mereka agar mampu hidup secara mandiri sesuai dengan kondisi dan kebutuhan masing-masing.

“Apa yang bisa kita berikan, berikan, agar mereka bisa mandiri. Karena persepsi kemandirian mereka itu berbeda,” tutur wali kota.

Wali kota menekankan pentingnya membangun hubungan yang kuat antara pemerintah, keluarga, organisasi penyandang disabilitas, dan masyarakat agar berbagai kebutuhan penyandang disabilitas dapat direspons secara bersama-sama.

“Pokoknya saling menguatkan. Jadikan pemerintah ini jadi komiu punya rumah. Saya pastikan saya tidak akan jauh dari komiu. Mumpung jabatan saya masih wali kota, manfaatkan dengan sebaik-baiknya,” pungkas wali kota.

Penerimaan Anugerah Prakarsa Inklusi tersebut sekaligus menjadi momentum bagi Pemerintah Kota Palu untuk terus memperkuat komitmen dalam mewujudkan pembangunan yang inklusif, memastikan akses yang setara, serta menghadirkan pelayanan publik yang semakin responsif terhadap kebutuhan penyandang disabilitas. (red)

  MODENA Home Center Kini Hadir di Kota Palu, Perluas Pangsa Pasar di Pulau Sulawesi