oleh

KONI Sulteng Beberkan Penyebab Buol Dibatalkan Jadi Tuan Rumah PORPROV 2022

-Home, News-121 Dilihat
Bagikan Artikel

Palu, Teraskabar.id– Kedatangan tujuh anggota DPRD Kabupaten Buol ke kantor KONI Sulteng dimanfaatkan pengurus induk organisasi olahraga di Sulteng itu untuk membeberkan bagaimana proses berliku yang dilalui sebelum Kabupaten Buol ditetapkan sebagai tuan rumah pelaksanaan PORPROV IX 2022.

Direktur Eksekutif KONI Sulteng Warsita mengatakan, sesungguhnya penetapan Buol sebagai tuan rumah PORPROV Tahun 2022, bukan ujuk-ujuk atau penunjukan dari KONI Provinsi. Semua ini melalui proses bidding atau lelang pada bulan Maret 2020 lalu. Di mana saat itu terjadi pertarungan antara Kabupaten Buol dan Tojo Unauna. Namun karena pemaparan Kadispora dan KONI Buol lebih meyakinkan, sehingga pemilik suara dominan memilih Buol.

Belakangan kata Warsita, KONI Sulteng memperoleh kabar jika Kabupaten Buol belum siap sebagai tuan rumah penyelenggara PORPROV IX karena permasalahan anggaran. Ketidaksiapan anggaran ini baru diketahui saat pelaksanaan Rapat Kerja Provinsi (Rakerprov) KONI Sulteng pada bulan November 2021 berdasarkan  penjelasan Kadispora Buol yang hadir saat itu. 

Penjelasan Kadispora Buol tersebut kemudian ditindaklanjuti KONI Sulteng dengan menurunkan tim verifikasi faktul ke Kabupaten Buol, untuk menemui Bupati Amirudin Rauf  dan melihat langsung kesiapan venue.

” Ternyata Bupati Buol tidak siap. Dan, dari hasil temuan tim di lapangan, venue-venue tidak sesuai  harapan dan espektasi,” kata Warsita.

Ia juga mengungkapkan,  sampai sejauh ini, baik Ketua KONI Buol maupun Kadispora Buol belum pernah mendatangi kantor KONI Sulteng setelah tim verifikasi faktual ke Kabupaten Buol.

Meski sebenarnya Bupati Amirudin Rauf  dan Ketua DPRD Buol saat dialog di RRI Tolitoli mengaku sangat  bangga bila menjadi tuan rumah.  Namun, keduanya berharap pelaksanaannya ditunda hingga tahun 2023 atau awal tahun 2024, karena ini menyangkut pendanaan.

Harapan Bupati dan Ketua DPRD Buol itu kata Warsita, sulit terwujud karena agenda KONI Sulteng sudah harus berjalan di tahun itu juga (2022).  Karena KONI Sulteng akan mempersiapkan atlet jelang Pra PON serta mewujudkan progam dan desain besar Gubernur Rusdy Mastura, Sulteng Emas 2024 menuju PON XXI  Aceh-Sumut 2024.

” Jadi tidak ada kata mundur atau penundaan pelaksanaan PORPROV 2022,” tegasnya.

Hal senada diungkapkan Sekertaris Tim Verifikasi Faktual KONI Sulteng Adi Malewa. Menurutnya, semenjak kedatangan tim verifikasi ke Kabupaten Buol, sangat tegas penjelasan Bupati Amirudin saat itu, bahwa pihaknya memang tidak menolak tapi belum siap baik itu segi pendanaan maupun sarana dan prasarana. Bahkan, Bupati Amirudin menyarankan sebaiknya digelar di kabupaten lain yang lebih siap.

“Sesungguhnya siap tidaknya Buol menjadi tuan rumah PORPROV tergantung sikap dan keputusan Bupati,” kata Adi Malewa.

Ketidaksiapan anggaran lanjut Adi Malewa, diperkuat oleh pengakuan salah seorang anggota DPRD Buol, bahwa persoalan anggaran PORPROV tersebut  tidak pernah dibahas oleh panitia anggaran DPRD Buol.

“Jadi kami sudah tanyakan. Intinya tidak pernah dianggarkan, mestinya jika Buol siap ada di batang tubuh baik APBD 2021 maupun APBD 2022,” tuturnya.

Setelah rombongan anggota DPRD Buol itu diberikan penjelasan secara panjang lebar, Warsita menegaskan, sesungguhnya Gubenur Sulteng Rusdy Mastura telah menerbitkan surat keputusan pencabutan Kabupaten Buol sebagai tuan rumah PORPROV dan menerbitkan surat keputusan penetapkan Kabupaten Banggai sebagai penyelenggara PORPROV IX Tahun 2022.  ” Surat keputusan Gubernur ini memastikan bahwa PORPROV 2022 tetap digelar dan Banggai sebagai tuan rumah,” kata Adi Malewa.

Sebelum melakukan foto bersama, anggota DPRD Buol meminta copian surat keputusan Gubernur sebagai bahan dan data mereka untuk menjelaskan kepada masyarakat Buol mengenai polemik PORPROV IX 2022. (Agus/teraskabar)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *