Sigi, Teraskabar.id- Menteri Sosial Tri Rismaharini menegaskan kawasan rawan bencana harus mempunyai lumbung sosial untuk mengantisipasi dampak bencana.
Lumbung sosial itu nantinya berfungsi untuk menyimpan stok pengaman (buffer stock). Di lumbung sosial itu akan disiapkan logistik yakni, beras, makanan siap saji, air mineral, selimut, pakaian, lauk pauk, tikar, genset, tenda dan lain-lain.
“Saya tidak meminta bencana ini terjadi. Insya Allah bencana tidak terjadi lagi. Namun, kita tetap waspada! mulai sekarang kita harus mengantisipasi dampaknya dengan mendirikan lumbung sosial. Ketika bencana itu datang warga yang terputus akses tidak akan kelaparan dan tetap survive karena punya buffer stock,” kata Risma di hadapan Bupati Sigi Mohammad Irwan Lapata dan Sekdaprov Sulteng Rudy Dewanto, saat mengunjungi lokasi banjir di Sigi, Rabu, (07/9/2022).
Baca juga: Jelang Nataru, Satpol- PP Sulteng Patroli Rutin di Wilayah Rawan Pelanggaran Perda
Ia menjelaskan, kondisi medan di lokasi banjir Sigi memiliki karakteristik berbeda dengan daerah lain. Olehnya itu harus tetap siaga dengan mendirikan lumbung-lumbung sosial di wilayah tersebut.
Saat Risma meninjau lokasi banjir di Sigi, Ia melihat langsung kondisi warga terdampak banjir. Di tempat itu, Mensos Risma menyempatkan diri berkomunikasi dengan para pengungsi yang ada di tenda pengungsian serta melihat langsung kesiapan logistik yang ada di dapur umum.
“Tadi saya sudah mengunjungi lokasi terdampak banjir di Sigi. Ada ratusan warga di sana yang mengungsi,” ujarnya
Melihat kondisi itu, Risma menyarankan pemerintah setempat menyiapkan tempat-tempat pengungsian yang aman bagi warga di wilayah tersebut. Sehingga, ketika terjadi hujan di wilayah tersebut warga sudah menghindari bencana di titik-titik yang aman.
Baca juga : Sulteng dan DKI Jakarta Bangun Kerjasama Baru, Libatkan Perseroan Dua Daerah
“Supaya tidak ada korban, begitu datang hujan, warga langsung mengungsi ke tempat aman yang sudah disiapkan. Jadi mereka bisa menghindari dampak dari bencana itu,” tutupnya.
Sedikitnya ada 662 jiwa terdampak bencana banjir yang disebabkan meluapnya Sungai Gumbasa di Desa Pakuli, Kecamatan Gumbasa, Kabupaten Sigi yang terjadi pada Senin (05/9/2022) sore hingga Selasa pagi, (06/9/2022). ***
Sumber: TimesIndonesia







