Parimo, Teraskabar.id – Fikram (21) nelayan yang dilaporkan belum kembali dari melaut saat memancing ikan di perairan Teluk Tomini Desa Ampibabo, Parigi Moutong (Parimo) sejak Jumat (7/2/2025), akhirnya ditemukan.
Warga Desa Ampibabo Utara, Kecamatan Ampibabo, Kabupaten Parigi Moutong (Parimo) ini ditemukan di Perairan Togean Kabupaten Tojo Una –Una (Touna) pada Rabu (12/2/2025) sekitar pukul 9.00 Wita. Korban ditemukan oleh kru Kapal Ikan Timur Jaya 77 yang sedang mencari ikan di Perairan Togean Kabupaten Tojo Una –Una.
“Tim SAR gabungan yang melakukan pencarian dan mendaptkan informasi dari Capten Kapal Ikan Timur Jaya 77 bahwa mereka menemukan korban atasnama Moh Fikram yang hanyut. Korban ditemukan dalam kondisi selamat,” kata Kepala Kantor SAR Palu Muh. Rizal, S.H melalui keterangan tertulis, Rabu (12/2/2025).
Kini korban telah dievakuasi ke Pelabuhan Kuling Kenari Kepulauan Togean. Selanjutnya korban akan dibawa ke Pelabuhan Ampana untuk mendapatkan penanganan lanjutan dan diserahkan kepada pihak keluarga.
Sebelumnya diberitakan, Tim Rescue Pos SAR Parigi telah diberangkat ke Desa Ampibabo Utara, Kecamatan Ampibabo, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, untuk mencari nelayan yang dilaporkan belum kembali dari melaut di perairan Teluk Tomini.
“Seorang nelayan bernama Moh. Fikram (21), dilaporkan belum kembali dari melaut di perairan Teluk Tomini, Desa Ampibabo Utara, Kecamatan Ampibabo, Kabupaten Parigi Moutong,” kata Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Palu, Muh. Rizal, S.H., kepada media, Ahad (9/2/2025).
Rizal menjelaskan, nelayan asal Desa Ampibabo Utara ini dilaporkan pergi melaut di perairan Teluk Tomini pada Jumat (7/2/2025) sekitar pukul 17.00 Wita. Rencananya, pria ini akan kembali dari melaut pada Sabtu pagi (8/2/2025).
Namun hingga saat ini korban belum kembali. Keluarga dan aparat desa setempat telah melakukan pencarian di sekitar tempat korban biasa memancing namun hasilnya masih nihil.
Tim Rescue Pos SAR Parigi berjumlah 4 personel bersama keluarga korban, pemerintah desa dan masyarakat setempat terus mencari keberadaan korban. (red/teraskabar)






