Palu, Teraskabar.id – Potensi sumber daya Sungai Gumbasa Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah (Sulteng) dilirik PT. Gumbasa Energi Bersih selaku investor untuk pembangunan dan pengembangan ketenagalistrikan di wilayah Kabupaten Sigi dan sekitarnya.
Rencana pembangunan dan pengembangan ketenagalistrikan dengan kapasitas 156 MW tersebut dibahas pada rapat realisasi investasi yang dipimpin oleh Asisten Administrasi Pembangunan Setdaprov Sulteng Dr. Rudy Dewanto, MM di kantor Gubernur, Senin (10/4/2023), sebagaimana dikutip dari rilis Biro Adpim Setdaprov.
Baca juga : Realisasi Investasi Sulteng Posisi 3 Nasional, Kemiskinan Urutan 9
Rapat yang dilaksanakan secara offline dan online tersebut dihadiri langsung Plt. Karo Hukum Setdaprov, Adiman , SH, M.Si, Kabid ESDM Sulteng, DPMPTSP, Biro Ekonomi Setda Provinsi, dan Perwakilan PT. Gumbasa Energi Bersih.

Asisten II Setdaprov Sulteng Dr Rudy Dewanto menjelaskan, Gubernur Sulteng pada prinsipnya akan mendukung pembangunan dan pengembangan kelistrikan dengan nilai investasi mencapai Rp7 Triliun hingga Rp8 Triliun, sepanjang seluruh perizinan teknisnya sudah lengkap sesuai ketentuan perundang undangan yang berlaku.
Baca juga : Realisasi Investasi Sulteng Tembus Rp20 Triliun di Triwulan I 2022
Rudy Dewanto juga menyampaikan harapan gubernur agar pengembangan pembangunan ketenagalistrikan oleh PT. Gumbasa Energi Bersih dapat melibatkan peran Perusda. Dan, pengembangannya nanti dikoordinasikan dengan Perusda bentuk kerjasamanya.
Asisten II yang didampingi Plt Karo Hukum Adiman SH, MH juga mendengarkan paparan laporan realisasi investasi di Sulawesi Tengah kurun waktu 2019 hingga 2022 yang disampaikan Dinas PMPTSP.
Baca juga : Belum Ada Pasokan Listrik PLTA Poso ke Morowali, JK Ungkap Penyebabnya
Realisasi investasi pada 2019 mencapai Rp 31,51 Triliun dari target Rp20,08 Triliun. Selanjutnya, pada 2020, realisasi sebesar Rp30,88 Triliun dari target Rp24,20 Triliun.
Kemudian pada 2021, realisasi mencapai Rp 42,69 Trilun dari target Rp31,75 Triliun dan TW III 2022, realisasi investasi sebesar Rp 76,44 Triliun dari target Rp 53,09 Triliun. (teraskabar)






